PKS Sumbar: Muhidi
Tampilkan postingan dengan label Muhidi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhidi. Tampilkan semua postingan

08 Oktober 2026

KETUA DPRD SUMBAR MUHIDI SEMANGATI GURU PPPK WUJUDKAN GENERASI EMAS 2045

KETUA DPRD SUMBAR MUHIDI SEMANGATI GURU PPPK WUJUDKAN GENERASI EMAS 2045

 

PADANG, sumbar.pks.id. Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat Drs. H. Muhidi, M.M. memberikan arahan pada Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Guru PPPK Provinsi Sumatera Barat. Acara edukasi ini berlangsung pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Muhidi menegaskan guru memiliki tanggung jawab besar. Guru bertugas membentuk cara berpikir dan karakter peserta didik. Pendidik memegang peran strategis untuk menyiapkan generasi unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.

"Pendidik bukan hanya mengajar, tetapi juga menjadi agen perubahan. Kita harus mampu mengubah pola pikir peserta didik dan membangun adab mereka. Guru hari ini sedang menyiapkan generasi yang akan menentukan wajah Indonesia pada 2045," tegas Muhidi selaku anggota dewan dari Fraksi PKS.

Tantangan dunia pendidikan semakin besar seiring perubahan global yang cepat. Bonus demografi Indonesia wajib dipersiapkan sejak sekarang agar menjadi kekuatan pembangunan. Generasi penerus harus memiliki kekuatan iman, akhlak mulia, dan wawasan pengetahuan yang luas.

Keberhasilan pendidikan membutuhkan sinergi kuat antara sekolah, peserta didik, orang tua, dan lingkungan masyarakat. Anda bisa turut mendukung peran guru dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan berdaya saing di Sumatera Barat. AR

06 Oktober 2026

KETUA DPRD SUMBAR MUHIDI HADIRI PEMBUKAAN PORPROV XVI 2026

KETUA DPRD SUMBAR MUHIDI HADIRI PEMBUKAAN PORPROV XVI 2026

 

PADANG, sumbar.pks.id. Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi PKS Drs. H. Muhidi, M.M. menghadiri upacara pembukaan Pekan Olahraga Provinsi XVI Sumatera Barat Tahun 2026. Acara pembukaan ini berlangsung di Halaman Istana Gubernur Sumatera Barat pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Ajang olahraga terbesar di Ranah Minang ini menjadi wadah unjuk bakat dan pembuktian prestasi bagi atlet dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Muhidi menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh kepada seluruh atlet, pelatih, dan ofisial yang bertanding.



"Kita berpesan agar seluruh kontingen selalu menjunjung tinggi kejujuran dan sportivitas di lapangan. Mari kita jadikan ajang Porprov XVI ini sebagai batu loncatan. Kita berharap kejuaraan ini melahirkan bibit atlet unggul yang siap mengharumkan nama Sumatera Barat di kancah nasional maupun internasional," ucap Muhidi.

Selamat bertanding kepada seluruh patriot olahraga Ranah Minang. Tunjukkan kemampuan terbaik dan raih prestasi puncak untuk mengharumkan nama daerah. AR

19 September 2026

Muhidi Ingatkan Guru PPPK Sumbar: Tak Cukup Hanya Mengajar, Guru Harus Adaptif dan Kuasai Teknologi

Muhidi Ingatkan Guru PPPK Sumbar: Tak Cukup Hanya Mengajar, Guru Harus Adaptif dan Kuasai Teknologi


PADANG, SUMBAR.PKS.ID — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi PKS, Drs. H. Muhidi, M.M., memberikan pesan penting kepada para guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Ia meminta para pendidik untuk tidak sekadar menjalankan rutinitas mengajar di ruang kelas, m
elainkan harus terus beradaptasi dengan perubahan zaman, menguasai teknologi, serta mengambil peran aktif dalam membentuk karakter generasi muda.

Pesan strategis ini disampaikan Muhidi saat mendaulat menjadi narasumber dalam agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Guru PPPK Jenjang SMA, SMK, dan SLB Tahun 2026, pada Rabu (16/9/2026).

Di hadapan para pendidik, tokoh senior PKS ini menegaskan bahwa kehadiran guru PPPK merupakan suntikan "energi baru" bagi dunia pendidikan di Sumatera Barat. Namun, ia menekankan bahwa energi tersebut harus dimanifestasikan melalui peningkatan kualitas pengajaran, kreativitas, profesionalisme, dan komitmen tinggi dalam mendidik.

"Perubahan status kepegawaian menjadi guru PPPK harus dimaknai lebih dari sekadar urusan administratif. Di balik status baru ini, melekat tanggung jawab besar untuk memastikan anak-anak kita mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan tantangan masa depan," ujar Muhidi memberikan motivasi.

Lebih lanjut, Muhidi menyoroti derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi yang telah merombak lanskap pendidikan. Menurutnya, peserta didik saat ini hidup di era digital, sehingga pola dan metode pembelajaran yang kaku harus segera ditinggalkan.

Ia mendorong para guru untuk terus berinovasi dan menemukan pendekatan pembelajaran yang adaptif, agar proses belajar mengajar tidak terasa monoton. Pemanfaatan teknologi secara bijak dinilai sebagai kunci untuk memperkuat dan mempermudah transfer ilmu pengetahuan.

Namun, di tengah dorongan untuk melek teknologi, Muhidi memberikan catatan kritis. Ia mengingatkan agar kemajuan teknologi digital tidak sampai menggerus "ruh" sejati dari pendidikan itu sendiri.

"Sekolah itu bukan pabrik yang sekadar mencetak siswa agar pintar menjawab soal ujian. Sekolah adalah taman persemaian untuk membentuk manusia yang memiliki karakter mulia dan budi pekerti," tegasnya.

Bagi PKS yang selalu menempatkan pendidikan akhlak sebagai fondasi kemajuan bangsa, pandangan ini sangat krusial. Muhidi menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak boleh hanya diukur dari angka-angka pada rapor akademik atau keterampilan teknis (kejuruan) semata.

"Peserta didik kita harus memiliki integritas, tanggung jawab, keterampilan soft skill, dan fondasi karakter tauhid yang kuat. Di sinilah peran guru sebagai pembimbing dan teladan tidak akan pernah bisa digantikan oleh teknologi secanggih apa pun," tambahnya.

Sebagai pimpinan di legislatif, Muhidi memastikan komitmen penuh DPRD Provinsi Sumatera Barat—khususnya Fraksi PKS—untuk terus mengawal upaya peningkatan kompetensi, perlindungan profesi, serta kesejahteraan para tenaga pendidik di daerah tersebut.

Mengakhiri arahannya, ia berharap kegiatan Bimtek ini tidak berhenti hanya sebagai seremonial belaka. "Harapan kita, para guru PPPK bisa pulang membawa insight dan metode baru yang bisa langsung dipraktikkan di sekolah masing-masing. Jadilah garda terdepan dalam melahirkan generasi Sumatera Barat yang cerdas, berkarakter, adaptif, dan siap bersaing di kancah global," tutup Muhidi. (AR) 

Muhidi Bicara Aksi di DPRD Sumbar: Pintu Gedung Rakyat Selalu Terbuka, Utamakan Ketertiban!

Muhidi Bicara Aksi di DPRD Sumbar: Pintu Gedung Rakyat Selalu Terbuka, Utamakan Ketertiban!

 


PADANG, SUMBAR.PKS.ID — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi PKS, Drs. H. Muhidi, M.M., menegaskan komitmen lembaganya untuk selalu memberikan ruang yang luas bagi masyarakat dan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi. Namun, ia mengingatkan agar penyampaian pendapat tersebut dilakukan dengan tertib, aman, dan tidak mengganggu kepentingan umum.

Pesan ini ditekankan Muhidi saat menerima kunjungan silaturahmi Direktur Intelkam Polda Sumbar, Kombes Pol Riki Kurniawan, di ruang kerja Ketua DPRD Sumbar, pada Kamis (17/9/2026). Pertemuan strategis ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara DPRD dan kepolisian dalam merespons dinamika aksi penyampaian aspirasi di wilayah Sumatera Barat.

"DPRD Sumbar pada prinsipnya tidak pernah menutup pintu bagi masyarakat maupun mahasiswa dari kelompok mana pun yang hendak menyampaikan aspirasi," tegas Muhidi. Ia menekankan bahwa kebebasan berpendapat di muka umum adalah esensi demokrasi yang harus dihormati dan difasilitasi dengan baik oleh negara.

Meskipun demikian, Muhidi menyoroti pentingnya tanggung jawab yang mengiringi kebebasan tersebut. Ia berharap setiap aksi unjuk rasa di lingkungan DPRD Sumbar tidak berkembang menjadi gangguan keamanan, menghambat aktivitas masyarakat sekitar, atau melumpuhkan kinerja kelembagaan dewan.

"Kita selalu terbuka dan menerima masyarakat maupun mahasiswa dari kalangan mana pun. Hanya saja, terkadang ada keterbatasan waktu untuk memenuhi keinginan bertemu langsung dengan seluruh masyarakat atau mahasiswa yang datang,” jelas tokoh senior PKS ini.

Menanggapi isu mengenai adanya potensi massa bayaran atau "titipan" dalam aksi demonstrasi, Muhidi memilih untuk bersikap bijak dan tidak terburu-buru menghakimi. "Kita tidak bisa mengatakan atau menuduh massa tersebut adalah massa titipan. Tetapi tentu bisa dilihat dari cara dan pola mereka menyampaikan orasi," ujarnya diplomatis.

Untuk menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan ketertiban umum, Muhidi mendorong penguatan koordinasi antara DPRD Sumbar dan Polda Sumbar. Pemetaan rencana aksi dan pertukaran informasi dinilai sangat krusial agar kegiatan penyampaian pendapat dapat dikawal dan difasilitasi dengan aman.

"Yang penting bagaimana setiap aksi bisa berjalan aman, tertib dan kondusif. Aspirasi masyarakat tetap kita terima dan kita hormati," tekan Muhidi.

Sinergi yang solid antara lembaga legislatif dan aparat kepolisian, menurut Muhidi, adalah kunci untuk memastikan suara masyarakat tersalurkan secara optimal, sekaligus menjamin keamanan fasilitas publik dan kenyamanan masyarakat luas di sekitar gedung dewan. (AR)

16 September 2026

Muhidi Ajak Pelaku UMKM Sumbar Naik Kelas: Terus Belajar, Jaga Integritas, dan Perluas Jaringan

Muhidi Ajak Pelaku UMKM Sumbar Naik Kelas: Terus Belajar, Jaga Integritas, dan Perluas Jaringan

 

PADANG, SUMBAR.PKS.ID — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi PKS, Drs. H. Muhidi, M.M., menegaskan bahwa menjalankan usaha bukanlah sekadar mencari keuntungan material semata, melainkan sebuah proses yang menuntut kemauan kuat untuk terus belajar, beradaptasi, dan menjaga integritas (nama baik).

Pesan inspiratif tersebut disampaikan Muhidi saat memberikan materi motivasi dalam agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Pengusaha yang diselenggarakan di Padang, pada Selasa (15/9/2026).

Di hadapan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Muhidi menekankan bahwa modal finansial hanyalah satu aspek dalam berbisnis. Faktor penentu keberlanjutan usaha yang jauh lebih krusial adalah kemampuan intelektual, kecakapan sosial (soft skill), dan luasnya relasi (silaturahmi).

Ia mengajak para pelaku usaha untuk tidak berpuas diri dan selalu haus akan ilmu pengetahuan, salah satunya dengan membiasakan budaya membaca serta aktif mengikuti pelatihan.

"Kalau ingin sukses, kita harus mau belajar dan banyak membaca. Dengan ilmu, kita akan lebih tajam melihat berbagai kemungkinan dan peluang usaha yang ada di sekitar kita," ujar Muhidi memberikan dorongan semangat.

Menurut tokoh PKS ini, Sumatera Barat sejatinya tidak pernah kekurangan potensi. Produk-produk kearifan lokal seperti rendang, kain tenun, kerajinan tangan, hingga kekayaan kuliner khas daerah memiliki karakter kuat dan nilai jual tinggi. Namun, untuk bisa merambah pasar yang lebih luas, pelaku UMKM dituntut untuk terus meningkatkan kualitas produk (quality control) dan segera melek literasi digital untuk keperluan pemasaran masa kini.

Selain hard skill (kemampuan teknis), Muhidi juga menyoroti urgensi soft skill, seperti seni berkomunikasi, manajemen waktu, dan keahlian memecahkan masalah.

“Skill teknis dan soft skill itu sama-sama penting. Keduanya ibarat dua sayap yang membuat usaha kita bisa terbang. Kemampuan itu harus terus kita asah melalui pendidikan, pelatihan, dan tentu saja tempaan pengalaman di lapangan,” tegasnya.

Silaturahmi Membuka Pintu Rezeki

Dalam pandangan Muhidi, keterbatasan modal bukanlah jalan buntu bagi seseorang yang ingin merintis usaha. Ia meyakini bahwa kunci utama membuka pintu permodalan dan peluang pasar adalah melalui silaturahmi.

"Perbanyak silaturahmi dan bangun jaringan (networking). Hubungan baik dengan banyak orang dapat membuka ragam kesempatan, baik informasi, kerja sama, maupun akses permodalan," tutur Muhidi.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa di dunia bisnis, aset paling berharga yang dimiliki oleh seorang pengusaha adalah reputasi (kepercayaan). Reputasi ini dibangun secara perlahan dan konsisten melalui sikap jujur, disiplin, dan penuh tanggung jawab.

“Kalau orang melihat karakter kita secara positif, jujur dan amanah, insyaallah akan banyak hal baik dan rezeki yang mengikuti. Menjaga reputasi itu mahal harganya, karena itu harus dimulai dari pembentukan karakter diri kita sendiri,” pesannya mendalam.

Sebagai pimpinan di legislatif, Muhidi memastikan bahwa DPRD Sumbar bersama Pemerintah Daerah memiliki komitmen kuat untuk terus menciptakan ruang ekosistem yang mendukung tumbuh kembangnya UMKM. Hal ini, menurutnya, telah diperkuat melalui payung hukum Perda Sumbar Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan UMKM.

Menutup materinya, Muhidi mengajak para peserta untuk senantiasa melibatkan aspek spiritual dengan mensyukuri setiap capaian dari proses berbisnis.

“Dapat sedikit kita syukuri. Dapat banyak, alhamdulillah. Dengan bersyukur, kita belajar menghargai setiap proses dan nikmat yang Allah berikan,” pungkasnya. (AR)

15 September 2026

Perkuat Ketahanan Pangan, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Serahkan Bantuan Benih Ikan Nila untuk Kelompok Pembudidaya di Bungus

Perkuat Ketahanan Pangan, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Serahkan Bantuan Benih Ikan Nila untuk Kelompok Pembudidaya di Bungus

PADANG, SUMBAR.PKS.ID — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi PKS, Drs. H. Muhidi, M.M., kembali menunjukkan komitmen nyatanya dalam memberdayakan perekonomian masyarakat. Pada Sabtu (12/9/2026), beliau secara langsung menyerahkan bantuan benih dan pakan ikan nila kepada sejumlah kelompok pembudidaya ikan di Kelurahan Bungus Timur, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang.

Penyerahan bantuan yang berlangsung di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Balai Benih Ikan (BBI) Bungus ini merupakan realisasi dari dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Ketua DPRD Sumbar yang disinergikan dengan program dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sumatera Barat.

Muhidi menjelaskan bahwa sektor perikanan darat dan budidaya air tawar merupakan ujung tombak penting bagi ketahanan pangan sekaligus tumpuan ekonomi bagi sebagian besar warga di wilayah pesisir seperti Bungus Teluk Kabung. Oleh karena itu, bantuan ini didesain khusus untuk meringankan beban ongkos produksi yang kerap menjadi kendala utama bagi para peternak skala mikro.

"Bantuan benih unggul dan pakan ini adalah wujud kehadiran pemerintah dan lembaga legislatif untuk menjawab persoalan di lapangan. Harapan kami, melalui bantuan sarana produksi ini, produktivitas budidaya ikan di Bungus bisa melonjak dan pada akhirnya mendongkrak pendapatan serta kesejahteraan para pembudidaya beserta keluarganya," ujar tokoh PKS tersebut.

Lebih lanjut, dalam kesempatan tatap muka yang akrab tersebut, legislator asal daerah pemilihan Kota Padang ini memberikan motivasi langsung kepada para kelompok penerima manfaat. Ia menekankan bahwa bantuan fisik saja tidak akan cukup tanpa dibarengi dengan etos kerja dan soliditas yang kuat di antara anggota kelompok.

Muhidi mendorong seluruh kelompok pembudidaya untuk membangun tata kelola manajemen kelompok yang transparan. "Kelompok yang maju adalah kelompok yang pengurusnya jujur dan anggotanya rukun. Jaga kekompakan, jangan sampai ada selisih paham soal pembagian. Dan yang paling penting, rawatlah bibit ikan ini dengan konsisten agar kelak memberikan hasil panen yang maksimal," pesannya dengan tegas namun bersahabat.

Menutup arahannya, Muhidi memastikan bahwa institusi DPRD Provinsi Sumatera Barat, khususnya Fraksi PKS, akan terus berada di garda terdepan untuk memastikan alokasi APBD benar-benar menyentuh urat nadi perekonomian rakyat kecil di Ranah Minang, selaras dengan semangat mewujudkan Sumatera Barat yang lebih sejahtera dan mandiri secara pangan. (AR)

11 September 2026

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Terwujudnya Sekolah Ramah Anak untuk Generasi Cerdas Berkarakter

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Terwujudnya Sekolah Ramah Anak untuk Generasi Cerdas Berkarakter

 

PADANG, SUMBAR.PKS.ID — Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Fraksi PKS, Muhidi, menegaskan bahwa sekolah harus bertransformasi menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak. Hal ini disampaikannya saat menghadiri Pelatihan Konvensi Hak Anak yang bertujuan untuk mewujudkan perlindungan hak anak di Kota Padang, Senin (9/9/2026).

Muhidi menekankan pentingnya ekosistem pendidikan yang membebaskan peserta didik dari rasa takut dan tekanan. Lingkungan sekolah yang ramah anak dinilai sebagai syarat mutlak untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia.

"Sekolah harus menjadi tempat yang sepenuhnya nyaman tanpa membuat peserta didik merasa takut ataupun tertekan untuk belajar. Anak merupakan investasi masa depan bangsa sehingga perhatian harus diarahkan pada pengembangan potensi mereka menuju target besar Indonesia Emas 2045," tegas Muhidi.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Muhidi memastikan bahwa DPRD Sumbar siap memberikan dukungan penuh. Ia menyatakan lembaga legislatif akan mengoptimalkan fungsi regulasi, penganggaran, dan pengawasan demi menjamin perlindungan menyeluruh bagi seluruh anak di daerah tersebut.

Lebih lanjut, legislator PKS ini mengingatkan bahwa pendidikan karakter dan penanaman nilai-nilai moral harus dimulai sejak dini.

"Pendidikan iman, tauhid, dan karakter mulia sangat krusial sebagai landasan berpikir anak. Hal ini harus dibarengi dengan penumbuhan budaya literasi sebagai bekal utama mereka dalam menghadapi tantangan dunia ke depan," tambahnya.

Dorongan Muhidi ini sejalan dengan komitmen PKS yang menempatkan perlindungan anak dan ketahanan keluarga sebagai fondasi dalam membangun masyarakat Sumatera Barat. Sinergi antara pemerintah, pihak sekolah, dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk memastikan setiap anak mendapatkan hak pendidikan dan perlindungan yang layak. (AR)

06 Februari 2026

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Serap Aspirasi Ratusan Anggota Bundo Kanduang Kota Padang

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Serap Aspirasi Ratusan Anggota Bundo Kanduang Kota Padang

S


SUMBAR.PKS.ID, PADANG - Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, menyerap aspirasi anggota Bundo Kanduang Kota Padang dalam agenda reses perseorangan di aula rumah dinasnya, Rabu (4/2/2026).

Pertemuan ini menjadi ajang bagi para perempuan adat untuk mengadukan berbagai persoalan, mulai dari pendidikan karakter hingga tantangan sosial di perkotaan.

Ketua Bundo Kanduang Kota Padang, Fauziah Zaini, menekankan pentingnya pengakuan negara terhadap eksistensi mereka sebagai garda terdepan penjaga adat.

"Pengakuan resmi terhadap kepengurusan dari tingkat kelurahan hingga kota sangat penting agar tidak terjadi tumpang tindih dengan organisasi lain," tegas Fauziah.

Selain legalitas, Fauziah juga menyuarakan kebutuhan fasilitas penunjang seperti sekretariat dan bantuan seragam bagi seluruh anggota.

"Kami butuh dukungan pendanaan operasional yang berkelanjutan serta sekretariat yang representatif sebagai pusat koordinasi pembinaan masyarakat," tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, menegaskan bahwa suara Bundo Kanduang adalah prioritas karena peran mereka yang sangat vital.

"Aspirasi Bundo Kanduang memiliki nilai strategis karena mereka berperan sebagai penjaga adat dan nilai budaya Minangkabau," ujar politisi PKS tersebut di hadapan peserta.

Ia berjanji akan mengawal setiap poin usulan tersebut melalui fungsi penganggaran dan kebijakan di tingkat provinsi.

"DPRD akan menindaklanjuti setiap masukan sesuai kewenangan yang dimiliki. Kami ingin peran Bundo Kanduang tetap kuat di tengah derasnya modernisasi," lanjutnya.

Muhidi juga berpesan agar para Bundo Kanduang terus memperkuat ketahanan keluarga demi menciptakan generasi muda yang tetap berpegang teguh pada nilai adat.

"Bundo Kanduang adalah benteng utama dalam membentuk karakter generasi muda agar tetap berpegang pada nilai adat dan budaya," tutup Muhidi.

05 Februari 2026

Serap Aspirasi di Lubuk Begalung, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Tegaskan Komitmen Ciptakan Lingkungan Bersih dan Sehat

Serap Aspirasi di Lubuk Begalung, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Tegaskan Komitmen Ciptakan Lingkungan Bersih dan Sehat


SUMBAR.PKS.ID, PADANG - Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menunjukkan kedekatannya dengan konstituen melalui agenda reses perseorangan di Masjid Nurul Ibadah, Kelurahan Tanah Sirah Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Rabu (4/2). Ratusan warga antusias hadir untuk berdialog langsung dan menitipkan harapan kepada tokoh yang dikenal peduli pada isu lingkungan ini.

Dalam pertemuan tersebut, Muhidi memberikan perhatian serius pada persoalan sampah yang kini menjadi isu global. Ia mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mengkaji alih teknologi agar pengelolaan sampah di Sumatera Barat menjadi lebih efektif.

"Jika kita membuang sampah sembarangan, dampaknya kembali ke kita sendiri. Saluran tersumbat dan memicu banjir. Saya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan," ujar Muhidi di hadapan warga.

Merespons usulan dari Ketua Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) setempat, Mardanis, terkait kekurangan armada pengangkut sampah, Muhidi langsung memberikan perhatian. Warga mengeluhkan hanya memiliki dua becak motor (bentor) yang berfungsi, sementara kebutuhan ideal adalah tiga unit agar pengangkutan dari rumah warga ke TPS berjalan optimal.

Komitmen Muhidi dalam menciptakan lingkungan yang bersih, indah, dan sehat bukanlah hal baru. Ia menegaskan bahwa sejak di DPRD Kota Padang hingga kini menjabat sebagai Ketua DPRD Sumbar, program penataan lingkungan melalui betonisasi jalan selalu menjadi prioritas.

"Program betonisasi ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tapi upaya meningkatkan kualitas hidup warga agar lingkungan tidak lagi becek, lebih bersih, dan aksesibilitas semakin lancar," tegasnya.

Bukti nyata kerja kerasnya telah dirasakan warga di berbagai lokasi, termasuk pembangunan jalan lingkungan di RW 09 Kelurahan Koto Panjang Ikua Koto (KPIK), Kecamatan Koto Tangah.

Kegiatan yang diikuti oleh 50 tokoh masyarakat ini merupakan bagian dari rangkaian reses anggota DPRD Provinsi Sumbar yang berlangsung pada 2-9 Februari 2026. Sebagai Ketua DPRD, Muhidi menjadikan momen ini untuk menjalankan fungsi pengawasan sekaligus memastikan suara rakyat di akar rumput sampai ke tingkat kebijakan provinsi. (TI)

03 Februari 2026

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Kaji Potensi Kelautan, Siapkan Arah Alokasi Anggaran untuk Pemberdayaan Masyarakat

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Kaji Potensi Kelautan, Siapkan Arah Alokasi Anggaran untuk Pemberdayaan Masyarakat


SUMBAR.PKS.ID, PARIAMAN — Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, mendalami potensi sektor kelautan dan perikanan saat melakukan kunjungan kerja ke UPTD Pusat Konservasi Penyu Pariaman, Sabtu (31/1). Dalam kunjungan tersebut, Muhidi mendorong pengalokasian anggaran melalui usulan program dan kegiatan DPRD guna mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Muhidi menyampaikan, potensi kelautan dan perikanan di Sumatera Barat sangat besar. Khusus Kota Padang sebagai daerah pemilihannya, sektor ini perlu dikelola secara optimal agar mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat.

Politisi PKS tersebut menyatakan siap mendorong pengalokasian anggaran melalui usulan program dan kegiatan DPRD sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat di sektor kelautan dan perikanan.

Ia mengungkapkan, selama ini fokus kebijakan yang didorongnya berada pada sektor pendidikan, kesehatan, dan UMKM. Namun, seiring meluasnya ruang lingkup tugas yang mencakup seluruh wilayah Sumatera Barat, sektor perikanan juga menjadi perhatian serius.

Oleh karena itu, Muhidi mendalami potensi sektor tersebut agar pengalokasian anggaran melalui usulan program dan kegiatan DPRD dapat diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kepala UPTD Konservasi dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat, Wandi Afrizal, menyampaikan bahwa potensi kelautan dan perikanan di Sumatera Barat sangat besar untuk dikembangkan sebagai penggerak ekonomi masyarakat pesisir.

Ia menjelaskan, UPTD berperan menjaga ekosistem kelautan sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya perikanan yang berkelanjutan. Kegiatan tersebut meliputi pemantauan kondisi terumbu karang, pengawasan aktivitas perikanan, serta pendampingan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya kelautan. (PR)

01 Februari 2026

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Serap Aspirasi SDM dan Sarpras Samsat Sijunjung

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Serap Aspirasi SDM dan Sarpras Samsat Sijunjung


SUMBAR.PKS.ID, SIJUNJUNG — Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Muhidi, menerima aspirasi terkait kebutuhan penguatan sumber daya manusia (SDM) serta sarana dan prasarana guna mengoptimalkan pelayanan dan kinerja UPTD Samsat Sijunjung saat melakukan kunjungan kerja, Kamis (29/1/2026).

Politisi PKS tersebut menegaskan akan menindaklanjuti aspirasi tersebut sesuai dengan kewenangan DPRD Provinsi Sumatera Barat. Menurutnya, UPTD Samsat memegang peran strategis sebagai ujung tombak penerimaan daerah.

“UPTD Samsat merupakan ujung tombak penerimaan daerah. Jika pelayanan tidak ditopang SDM dan sarana yang memadai, tentu berdampak langsung terhadap optimalisasi Pendapatan Asli Daerah. Ini menjadi perhatian serius DPRD,” tegas Muhidi.

Dalam kunjungan tersebut, Muhidi menerima sejumlah masukan dari jajaran UPTD Samsat Sijunjung, terutama terkait keterbatasan jumlah aparatur sipil negara (ASN). Saat ini, UPTD Samsat Sijunjung hanya didukung oleh empat ASN, kondisi yang dinilai belum sebanding dengan beban kerja serta target pelayanan yang harus dipenuhi.

Selain persoalan SDM, kondisi sarana dan prasarana juga menjadi perhatian. Bangunan kantor UPTD Samsat Sijunjung yang berdiri sejak 1992 dinilai sudah tidak representatif dan minim ruang penunjang, sehingga kurang mendukung efektivitas kerja serta kenyamanan pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Seksi Penagihan dan Penerimaan UPTD Samsat Sijunjung, Rio Satria, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan berbagai terobosan guna meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Ia menjelaskan, UPTD Samsat Sijunjung tengah menyiapkan layanan Samsat Drive Thru yang berlokasi di Kantor DPRD Kabupaten Sijunjung. Layanan ini direncanakan akan diresmikan bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Sijunjung sebagai upaya mempercepat dan mempermudah pembayaran pajak kendaraan bermotor. (PR)

31 Januari 2026

AD Samsat Sijunjung Capai Rp30,91 Miliar, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Tekankan Kolaborasi dan Optimalisasi PAP–PAB

AD Samsat Sijunjung Capai Rp30,91 Miliar, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Tekankan Kolaborasi dan Optimalisasi PAP–PAB


SUMBAR.PKS.ID, SIJUNJUNG — Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, mendorong UPTD Samsat Sijunjung bersama Pemerintah Kabupaten Sijunjung perkuat kinerja dan kolaborasi untuk mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026, terutama dari sektor Pajak Air Permukaan (PAP) dan Pajak Alat Berat (PAB). 

Dorongan tersebut disampaikan Muhidi saat melakukan kunjungan kerja ke UPTD Samsat Sijunjung, Kamis (29/1).

Pada kesempatan itu, politisi PKS tersebut mengapresiasi capaian UPTD Samsat Sijunjung sepanjang 2025 yang berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp30,91 miliar atau 123,2 persen dari target Rp25,08 miliar, sehingga menciptakan surplus signifikan bagi kas daerah.

“Ke depan, UPTD Samsat Sijunjung dan Pemerintah Kabupaten Sijunjung harus terus memperkuat kolaborasi agar seluruh potensi PAD, khususnya dari Pajak Air Permukaan dan Pajak Alat Berat, dapat digarap secara maksimal,” tegas Muhidi saat kunjungan kerja,

Muhidi juga menekankan pentingnya pembaruan dan validasi data potensi objek pajak, mulai dari pajak kendaraan bermotor hingga PAP dan PAB. Menurutnya, data yang akurat akan mendorong pemungutan pajak yang lebih efektif dan berkelanjutan serta berdampak langsung pada peningkatan PAD..

Sementara itu, Kasi Penagihan dan Penerimaan UPTD Samsat Sijunjung, Rio Satria, menyampaikan bahwa UPTD Samsat Sijunjung meraih peringkat kedua terbaik dalam pencapaian target perubahan pada tahun anggaran 2025 setelah melampaui seluruh target pajak yang ditetapkan.

Hingga akhir tahun, UPTD PPD Sijunjung menghimpun pendapatan daerah sebesar Rp30,91 miliar atau 123,25 persen dari target Rp25,08 miliar, sehingga menyumbangkan surplus Rp5,83 miliar bagi kas daerah.

Rio menjelaskan, sektor Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) mencatat pertumbuhan tertinggi dengan realisasi Rp13,38 miliar atau 168,29 persen dari target Rp7,95 miliar. Sementara itu, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tetap menunjukkan kinerja stabil dengan capaian Rp17,52 miliar atau 102,34 persen. (PR)

27 Januari 2026

 Ketua DPRD Sumbar Muhidi Apresiasi Kolaborasi Pusat–Daerah, 4.876 UMKM Bangkit Lewat Klinik Minang Bangkit

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Apresiasi Kolaborasi Pusat–Daerah, 4.876 UMKM Bangkit Lewat Klinik Minang Bangkit

S


UMBAR.PKS.ID, PADANG - Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, mengapresiasi sinergi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dalam pemulihan 4.876 UMKM terdampak bencana melalui Klinik UMKM Minang Bangkit.

Apresiasi tersebut disampaikan Muhidi saat menghadiri peresmian Klinik UMKM Minang Bangkit oleh Wakil Menteri UMKM RI Helvi Y Moraza, Jumat (23/1), di halaman Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Sumbar.

Menurut Muhidi, kehadiran Klinik UMKM Minang Bangkit menjadi bukti nyata keseriusan negara dalam melindungi dan memulihkan sektor UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

“Kami sangat mengapresiasi program aktivasi Klinik UMKM Bangkit Minang Bangkit ini. Ini merupakan gagasan kolaborasi pusat dan daerah yang memang sangat kita harapkan. Terima kasih kepada Pemerintah Pusat melalui Kementerian UMKM, terlebih Wakil Menteri hadir langsung,” ujar tokoh PKS tersebut.

Ia menegaskan, program ini secara khusus memprioritaskan pendampingan terhadap UMKM terdampak bencana, namun tetap membuka peluang bagi pelaku UMKM lainnya untuk mendapatkan layanan serupa.

“Fokus utama memang UMKM terdampak bencana. Namun tidak menutup kemungkinan UMKM lain juga bisa masuk. Yang terpenting, klinik ini bekerja serius, fokus, dan berkelanjutan,” katanya.

Muhidi menjelaskan, Klinik UMKM Minang Bangkit dirancang dengan pendekatan layaknya layanan kesehatan, yakni melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi usaha pelaku UMKM.

“Karena ini klinik, maka intinya memeriksa. Apa masalah UMKM-nya, apa kebutuhannya, lalu apa resep agar UMKM itu bisa maju dan berkembang kembali,” jelasnya.

Pendekatan tersebut meliputi identifikasi persoalan usaha, analisis kebutuhan pendampingan, hingga pemberian rekomendasi atau strategi konkret yang aplikatif. Dengan pendekatan ini, pemulihan UMKM diharapkan tidak bersifat seremonial, melainkan memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.

Ia juga mengimbau seluruh pelaku UMKM, khususnya yang terdampak bencana, agar memanfaatkan keberadaan Klinik UMKM Minang Bangkit secara optimal sebagai sarana pemulihan dan peningkatan kapasitas usaha.

“Kita harap seluruh UMKM memanfaatkan momen ini sebaik mungkin. Ini adalah kesempatan untuk pulih dan bangkit kembali bersama,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri UMKM RI Helvi Y Moraza mengatakan, Kementerian UMKM mendirikan Klinik UMKM sebagai pusat pemulihan dan penguatan UMKM pascabencana, sekaligus mendorong pelaku usaha agar bisa naik kelas.

“Klinik UMKM ini menjadi simpul koordinasi untuk pendataan UMKM by name by address, pemulihan mental dan trauma healing, pendampingan usaha terarah, akses pembiayaan yang tepat, serta penguatan akses pasar melalui digitalisasi,” jelas Helvi.

Di tempat yang sama, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi menyampaikan dukungan penuh terhadap program tersebut. 

Ia menyebut, Klinik UMKM Minang Bangkit sejalan dengan kebutuhan masyarakat Sumbar yang tengah berupaya bangkit dari dampak bencana.

Dari total 740.347 UMKM di Sumatera Barat, tercatat 4.876 UMKM terdampak langsung bencana, sementara 11.107 pelaku UMKM nasabah perbankan turut terdampak secara langsung maupun tidak langsung.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan DPRD, Klinik UMKM Minang Bangkit diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat serta memperkuat ketahanan UMKM sebagai fondasi perekonomian Sumatera Barat. (TI)

26 Januari 2026

MBG Jadi Investasi Gizi dan Pengungkit Ekonomi Daerah, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Keberlanjutan Program

MBG Jadi Investasi Gizi dan Pengungkit Ekonomi Daerah, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dorong Keberlanjutan Program


SUMBAR.PKS.ID, PADANG - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah dinilai tidak hanya strategis dalam menekan angka stunting, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Penilaian tersebut disampaikan Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, usai melaunching Program MBG di SMK Teknologi Plus Padang, baru-baru ini. Menurutnya, keberhasilan program MBG sangat ditentukan oleh kualitas gizi, nutrisi, dan vitamin yang terkandung dalam setiap menu makanan yang disajikan kepada siswa.

“Jika kebutuhan gizi terpenuhi secara konsisten, maka kita tidak hanya menciptakan generasi yang sehat dan cerdas, tetapi juga mempersiapkan sumber daya manusia unggul sebagai pondasi Indonesia Emas 2045,” ujar Muhidi.

Lebih jauh, Muhidi menegaskan bahwa DPRD Sumatera Barat memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program MBG karena dampaknya tidak hanya dirasakan di sektor pendidikan dan kesehatan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, rantai pasok program MBG berpotensi menggerakkan berbagai sektor produktif, mulai dari UMKM, pertanian, perkebunan, perikanan hingga peternakan.

“Ketika bahan pangan diserap dari pelaku usaha lokal, maka ekonomi masyarakat ikut bergerak. Ini adalah program sosial yang memiliki efek berganda (multiplier effect) bagi daerah,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Pengawas SMK Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Armen, menyampaikan bahwa seluruh SMK di Kota Padang saat ini telah menerima Program MBG. Untuk tingkat provinsi, pemerintah menargetkan seluruh SMK yang berjumlah 216 sekolah dapat terjangkau program ini dalam satu hingga dua tahun ke depan.

“Program MBG menjadi bagian dari upaya pemerataan layanan gizi bagi peserta didik SMK di Sumatera Barat, dan kami optimistis target ini dapat tercapai secara bertahap,” katanya.

Dengan cakupan yang terus diperluas, Program MBG diharapkan menjadi instrumen penting dalam membangun kualitas generasi muda Sumatera Barat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi daerah berbasis sektor riil. (TI)

25 Januari 2026

Menjadi Ekstrakurikuler Wajib, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dukung Silek Tradisi Minangkabau Bentuk Karakter Pelajar

Menjadi Ekstrakurikuler Wajib, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Dukung Silek Tradisi Minangkabau Bentuk Karakter Pelajar


SUMBAR.PKS.ID, PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat resmi menetapkan Silek Tradisi Minangkabau sebagai kegiatan ekstrakurikuler wajib bagi seluruh siswa SMA, SMK, dan SLB di wilayah tersebut. Program strategis ini diluncurkan di Lapangan Kantor Gubernur pada Sabtu (24/1).

Langkah ini mendapat apresiasi penuh dari Ketua DPRD Sumbar, Muhidi. Menurutnya, kebijakan ini bukan sekadar melestarikan budaya, melainkan investasi jangka panjang dalam pembentukan mental dan karakter generasi muda.

Muhidi menjelaskan bahwa Silek Tradisi memberikan dampak positif yang menyeluruh bagi siswa, di antaranya kesehatan fisik, kedisiplinan, kematangan emosional. prestasi akademik dan nilai sosial.

"Selain manfaat fisik, latihan silek tradisional menanamkan nilai disiplin dan tanggung jawab. Siswa dibiasakan mematuhi aturan, etika, serta jadwal latihan yang teratur, sehingga membentuk karakter disiplin yang berguna baik di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat," jelas politisi PKS tersebut. 

Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Habibul Fuadi, menambahkan bahwa meskipun kegiatan ini sudah dimulai sejak Juli 2025, kini pelaksanaannya akan lebih terstruktur berkat adanya modul pembelajaran yang terstandar.

Ekstrakurikuler silek ini nantinya akan diintegrasikan dengan program unggulan sekolah lainnya, seperti tahfiz Al-qur'an, wirid kolaborasi dan pramuka.

Integrasi ini diharapkan mampu menciptakan pendidikan karakter yang kuat dengan berbasis pada nilai-nilai lokal Minangkabau. (TI)

13 Januari 2026

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Jamin Alokasi Anggaran Pendidikan 2026 Tetap Utuh di Tengah Pemulihan Bencana

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Jamin Alokasi Anggaran Pendidikan 2026 Tetap Utuh di Tengah Pemulihan Bencana


SUMBAR.PKS.ID, PADANG – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, menegaskan komitmen lembaga legislatif untuk mengawal alokasi anggaran sektor pendidikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026. Penegasan ini muncul sebagai respons atas adanya rencana pergeseran anggaran guna penanganan dampak bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut.

Muhidi menyatakan bahwa meskipun penanganan bencana memerlukan dukungan anggaran yang besar dan langkah taktis yang cepat, hal tersebut tidak boleh mengorbankan sektor pendidikan. Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul di Sumatera Barat.

"Pendidikan adalah investasi jangka panjang daerah. Kami memastikan anggaran pendidikan tidak akan dikotak-katik, meskipun saat ini terdapat kebutuhan anggaran yang mendesak untuk pemulihan pascabencana," ujar Muhidi saat memberikan keterangan kepada media di Padang, baru-baru ini.

Lebih lanjut, Muhidi menjelaskan bahwa posisi pendidikan dalam komposisi APBD Sumbar 2026 sangat strategis. DPRD Sumbar bertekad menjaga agar kebijakan pergeseran anggaran untuk sektor darurat dilakukan secara selektif dan tetap berpihak pada program-program prioritas yang telah direncanakan.

“Kami di DPRD akan mengawal ketat pembahasan APBD 2026. Fokus kami adalah memastikan setiap kebijakan fiskal yang diambil tidak mengganggu keberlanjutan program pendidikan. Kita harus mencetak generasi masa depan yang berdaya saing,” tambahnya.

Politisi PKS ini juga mengingatkan bahwa mengabaikan sektor pendidikan demi kepentingan jangka pendek dapat berdampak buruk pada masa depan daerah. Baginya, menjaga stabilitas anggaran pendidikan sama artinya dengan memitigasi risiko kemunduran kualitas generasi muda Sumatera Barat di masa mendatang.

"Generasi muda adalah aset daerah yang paling berharga. Menjaga keberlangsungan pendidikan berarti kita sedang menjaga masa depan Sumatera Barat," pungkas mantan Ketua DPD PKS Padang tersebut dengan tegas. (TI)

09 Januari 2026

Kawal Pemulihan Pasca-Bencana, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Tegaskan Komitmen Dukungan Anggaran

Kawal Pemulihan Pasca-Bencana, Ketua DPRD Sumbar Muhidi Tegaskan Komitmen Dukungan Anggaran

 
SUMBAR.PKS.ID, PADANG – Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat yang juga tokoh PKS, Muhidi, menegaskan komitmen penuh lembaga legislatif dalam mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana di Sumatera Barat.

Hal tersebut disampaikan Muhidi saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Percepatan Penanganan Bencana Banjir, Banjir Bandang, dan Tanah Longsor periode November 2025, yang digelar pada Kamis (8/1/2026).

Dalam forum tersebut, Muhidi menyampaikan bahwa DPRD Sumbar siap menempuh langkah-langkah strategis, termasuk mendukung pemprop melakukan pergeseran anggaran tahun 2026 sesuai arah Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tentang pergeseran anggaran demi memastikan masyarakat terdampak segera mendapatkan bantuan dan kepastian pemulihan.

"DPRD Sumbar tetap komit mendukung percepatan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi. Kami siap mendukung langkah Pemerintah Provinsi apabila pengajuan anggaran perubahan dilakukan secara tepat dan sesuai mekanisme yang berlaku," tegas Muhidi.

Menurutnya, langkah cepat ini sangat krusial agar proses pemulihan berjalan efektif dan tepat sasaran. Muhidi menekankan bahwa keselamatan dan kesejahteraan warga adalah prioritas utama di atas segalanya.

Dalam rapat yang sama, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi memaparkan bahwa total kerugian akibat bencana kali ini diperkirakan mencapai Rp31,686 triliun. Mengingat besarnya dampak tersebut, kebutuhan anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi diprediksi menyentuh angka Rp22,7 triliun.

Kehadiran Muhidi dalam Rakor ini mempertegas sinergi antara DPRD dan Pemprov Sumbar dalam menghadapi krisis. Sebagai representasi rakyat, Muhidi memastikan bahwa setiap kebijakan anggaran yang diambil akan tetap berada dalam koridor peraturan perundang-undangan namun tetap memiliki akselerasi yang tinggi.

"Ini adalah bentuk tanggung jawab kami untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh kepastian penanganan secepat mungkin," pungkasnya.(TI)

07 Januari 2026

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Tekankan Pentingnya Akurasi Data Pascabencana untuk Percepatan Rehabilitasi di Sumbar

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Tekankan Pentingnya Akurasi Data Pascabencana untuk Percepatan Rehabilitasi di Sumbar


SUMBAR.PKS.ID, PADANG - Ketua DPRD Provinsi Sumatera Barat, Muhidi, meminta pemerintah daerah yang terdampak bencana untuk bergerak cepat dan cermat dalam melakukan penghitungan kebutuhan pascabencana. Hal ini krusial agar alokasi anggaran pada APBD kabupaten/kota dapat tepat sasaran dan sesuai dengan kapasitas fiskal daerah.

Arahan tersebut disampaikan Muhidi di sela kunjungannya ke SMA Negeri 9 Padang pada Selasa (6/1/2026). Dalam kunjungan tersebut, Muhidi juga menyerahkan bantuan seragam batik secara simbolis kepada pihak sekolah.

Menurutnya, Data Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) adalah fondasi utama dalam menyusun Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Tanpa data yang akurat, kebijakan pemulihan dikhawatirkan tidak akan menyentuh akar persoalan.

"Data sangat penting sebagai bahan kebijakan, termasuk untuk menentukan arah kebijakan dan besaran anggaran yang dibutuhkan," tegas legislator PKS tersebut.

Terkait dampak banjir bandang yang terjadi pada 27 November 2025 lalu, Muhidi memberikan perhatian khusus pada fasilitas pendidikan. Ia mendorong Kepala SMA Negeri 9 Padang untuk segera melakukan inventarisasi dan melaporkan kerusakan peralatan sekolah yang terjadi.

“Kerusakan yang ada harus segera dilaporkan. Ini akan menjadi basis data kami dalam menentukan kebijakan anggaran guna memastikan proses belajar mengajar kembali normal,” tambahnya.

Lebih lanjut, Muhidi menjelaskan bahwa daerah terdampak dijadwalkan akan memasuki tahap rehabilitasi dan rekonstruksi pada 8–9 Januari 2026. Tahap ini merupakan fase krusial yang menentukan arah pembangunan daerah, baik untuk jangka pendek, menengah, maupun panjang.

Muhidi berharap dengan perencanaan yang matang dan data yang presisi, proses pemulihan pascabencana di Sumatera Barat dapat berjalan secara efektif, terarah dan berkelanjutan. Artinya semuanya tepat sasaran dan lebih tangguh terhadap bencana di masa depan. (TI)

04 Desember 2025

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Salurkan Bantuan Darurat untuk Pesantren Harakatul Quran Padang Pasca Bencana

Ketua DPRD Sumbar Muhidi Salurkan Bantuan Darurat untuk Pesantren Harakatul Quran Padang Pasca Bencana


SUMBAR,PKS.ID. PADANG,
– Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat, Muhidi, menunjukkan kepeduliannya dengan memberikan bantuan darurat kepada Pesantren Harakatul Quran Padang yang baru saja tertimpa bencana. Penyerahan bantuan ini dilakukan langsung oleh Muhidi beserta istri pada hari Kamis (4/12/2025), di lokasi pesantren.

Bencana yang melanda Pesantren Harakatul Quran dilaporkan telah menyebabkan kerusakan parah. Diperkirakan 70 persen bangunan pesantren, termasuk masjid, ruang kelas, dan asrama guru, hanyut terbawa air.

Muhidi, yang hadir secara pribadi untuk menyerahkan bantuan, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi pesantren yang belum tersentuh bantuan secara maksimal.

"70 persen bangunan hanyut, tapi (sampai saat ini) belum tersentuh bantuan. Saya mengajak seluruh elemen untuk turut memberikan perhatian kepada lembaga pendidikan ini," ujar Muhidi dalam sesi wawancara.

Bantuan yang disalurkan oleh Muhidi secara pribadi berupa kebutuhan mendesak seperti beras, air minum, kasur, selimut, dan berbagai bantuan logistik lainnya. "Alhamdulillah hari ini kami secara pribadi membantu semampunya. Ada bahan makanan, air, kasur, dan lain-lain," tambahnya.

 

Bantuan tersebut diterima langsung oleh Syukur Rusman, Pimpinan Pesantren Harakatul Quran, didampingi oleh para santri. Ustaz Syukur Rusman menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian dari legislatif.

"Terima kasih atas bantuan dari Ketua DPRD Sumbar Bapak Muhidi dan kehadiran anggota DPRD Padang Bapak Mulyadi Muslim. Ini membuat semangat dakwah kami semakin kuat. Doakan para guru dan santri tetap teguh dan tabah dalam belajar agama dan menghafal Quran," tutur Syukur Rusman.

Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain Ketua DPD PKS Padang dan Anggota DPRD Padang, Mulyadi Muslim, serta Ketua DPC PKS Koto Tangah, Wiki Rahmat Putra.

Mulyadi Muslim menyatakan bahwa kegiatan ini adalah wujud kepedulian nyata. "Alhamdulillah pagi ini bisa mendampingi Muhidi memberikan bantuan untuk 60 santri lebih yang setiap hari menghafal Quran," tutup Mulyadi Muslim. (TI)

PKS Foto Sumbar

[PKS Foto Sumbar][recentbylabel3]

Dakwah

[Dakwah][recentbylabel3]
Pemberitahuan
Jangan lupa untuk like dan subscribe PKS Sumbar.
Done