S
SUMBAR.PKS.ID, PADANG - Ketua DPRD Sumatera Barat, Muhidi, menyerap aspirasi anggota Bundo Kanduang Kota Padang dalam agenda reses perseorangan di aula rumah dinasnya, Rabu (4/2/2026).
Pertemuan ini menjadi ajang bagi para perempuan adat untuk mengadukan berbagai persoalan, mulai dari pendidikan karakter hingga tantangan sosial di perkotaan.
Ketua Bundo Kanduang Kota Padang, Fauziah Zaini, menekankan pentingnya pengakuan negara terhadap eksistensi mereka sebagai garda terdepan penjaga adat.
"Pengakuan resmi terhadap kepengurusan dari tingkat kelurahan hingga kota sangat penting agar tidak terjadi tumpang tindih dengan organisasi lain," tegas Fauziah.
Selain legalitas, Fauziah juga menyuarakan kebutuhan fasilitas penunjang seperti sekretariat dan bantuan seragam bagi seluruh anggota.
"Kami butuh dukungan pendanaan operasional yang berkelanjutan serta sekretariat yang representatif sebagai pusat koordinasi pembinaan masyarakat," tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Sumbar, Muhidi, menegaskan bahwa suara Bundo Kanduang adalah prioritas karena peran mereka yang sangat vital.
"Aspirasi Bundo Kanduang memiliki nilai strategis karena mereka berperan sebagai penjaga adat dan nilai budaya Minangkabau," ujar politisi PKS tersebut di hadapan peserta.
Ia berjanji akan mengawal setiap poin usulan tersebut melalui fungsi penganggaran dan kebijakan di tingkat provinsi.
"DPRD akan menindaklanjuti setiap masukan sesuai kewenangan yang dimiliki. Kami ingin peran Bundo Kanduang tetap kuat di tengah derasnya modernisasi," lanjutnya.
Muhidi juga berpesan agar para Bundo Kanduang terus memperkuat ketahanan keluarga demi menciptakan generasi muda yang tetap berpegang teguh pada nilai adat.
"Bundo Kanduang adalah benteng utama dalam membentuk karakter generasi muda agar tetap berpegang pada nilai adat dan budaya," tutup Muhidi.
