SUMBAR.PKS.ID, PADANG– DPW PKS Sumatera Barat resmi memulai Kick Off Mentoring Pengusaha PKS Se-Sumbar pada Kamis (16/4/2026) di Ballroom DPTW PKS Sumbar. Program ini ditujukan untuk melahirkan pengusaha kader yang tidak hanya sukses secara bisnis, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Ketua DPW PKS Sumbar, H. Ulyadi, Lc., M.A., menegaskan bahwa orientasi utama dalam berwirausaha bukan sekadar mengejar kekayaan, melainkan menjadikan harta sebagai sarana ibadah.
“Semangat kita berangkat dari hadis Nabi, ‘Sebaik-baik harta adalah harta yang berada di tangan orang saleh.’ Karena itu, tujuan kita bukan sekadar menjadi kaya, tetapi bagaimana harta tersebut menjadi jalan amal saleh,” ujarnya.
Menurut Ulyadi, dalam Islam, aspek ekonomi memiliki peran penting dalam kehidupan beragama. Ia menyebut, sebagian rukun Islam berkaitan erat dengan kemampuan harta, sehingga perlu dikelola dengan baik dan penuh tanggung jawab.
“Kegiatan ini kita harapkan mampu melahirkan para pengusaha. Kuncinya ada pada niat yang lurus dan kesungguhan. Siapa yang bersungguh-sungguh, insyaAllah akan ditunjukkan jalan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua DPP Boemkraf PKS, H. Acep Lulu Iidin, menyoroti pentingnya penguatan sumber daya manusia dalam mendorong kemajuan usaha kader.
“Kita memiliki potensi yang sangat besar. Hanya saja, potensi tersebut belum sepenuhnya dioptimalkan dari sisi SDM. Kuncinya adalah bagaimana kita mengubah mindset,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Kabid Kumkraf DPW PKS Sumbar, Wahid Suharto, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari pesan strategis partai dalam memperkuat kemandirian ekonomi kader.
“Ada pesan penting dari partai melalui K2P2, yakni mendorong seluruh anggota menjadi muzakki dan kuat secara ekonomi,” katanya.
Ia juga berharap kegiatan mentoring ini mampu mendorong pertumbuhan usaha kader secara signifikan.
“Kami berharap, setelah mentoring ini, usaha kader dapat berkembang pesat dan menarik pasar, seperti gula yang dikerumuni semut. Ini menunjukkan keseriusan PKS dalam memberi perhatian pada penguatan ekonomi anggota,” tambah Wahid.
Program ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun kemandirian ekonomi kader sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. (*)