SUMBAR.PKS.ID, PADANG - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menegaskan bahwa pemulihan pascabencana di wilayahnya memerlukan intervensi yang melampaui sekadar perbaikan fisik. Hal ini disampaikannya saat mendampingi Menaker Yassierli menyerahkan bantuan senilai Rp30,3 miliar di BPVP Padang, Kamis (12/2/2026).
Mahyeldi mengungkapkan betapa masifnya dampak bencana yang terjadi November tahun lalu. "Total nilai kerusakan dan kerugian diperkirakan mencapai lebih dari Rp33 triliun, dengan kebutuhan anggaran rehabilitasi sekitar Rp22 triliun. Dampaknya sangat terasa pada dunia kerja dan sumber penghidupan masyarakat," jelasnya.
Bencana tersebut melumpuhkan sebagian besar wilayah Sumbar, mencakup 16 dari 19 kabupaten/kota. Tercatat ada 313 nagari dan lebih dari 72 ribu kepala keluarga yang terdampak. Mahyeldi menilai kondisi ini menuntut pemulihan ekonomi yang nyata, bukan sekadar bantuan sosial sesaat.
Atas dasar itulah, Mahyeldi memberikan apresiasi tinggi kepada Kementerian Ketenagakerjaan. "Bantuan ini bukan sekadar bantuan sosial, tetapi intervensi strategis untuk membuka kembali kesempatan kerja," tegasnya.
Baginya, program Padat Karya dan Tenaga Kerja Mandiri adalah kunci utama kebangkitan ekonomi lokal.
Pria yang akrab disapa Buya tersebut juga menyoroti potensi besar UMKM di Sumbar yang berjumlah lebih dari 700 ribu unit. Ia yakin program Kemnaker akan memperkuat sektor ini. "Pemulihan pascabencana bukan hanya membangun kembali yang rusak, tetapi menguatkan kembali ekonomi masyarakat," tambahnya.
Menutup pernyatannya, politisi PKS itu menyatakan komitmen Pemprov Sumbar untuk mengawal seluruh bantuan tersebut agar tepat sasaran di kabupaten dan kota. Ia optimis melalui sinergi ini, Sumatera Barat akan bangkit dan menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
Sementara itu, Menaker Yassierli menjelaskan bahwa bantuan tahap kedua ini mencakup pembangunan 5 BLK Komunitas, program Padat Karya, hingga pelatihan vokasi bagi 5.000 orang sebagai bentuk komitmen pusat mendukung langkah Gubernur dalam memulihkan Bumi Minang. (TI)
