Padang, sumbar.pks.id – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat menilai Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memiliki kematangan organisasi yang setara dengan organisasi modern lainnya. Hal ini diungkapkan Ketua PW Muhammadiyah Sumbar, Dr. Bachtiar, M.Ag saat menerima silaturahim pengurus baru DPW PKS Sumbar, Kamis (21/11/2025).
Dalam sambutannya, Dr. Bachtiar menyoroti stabilitas internal PKS, terutama dalam proses pergantian kepemimpinan yang baru saja usai.
"Muhammadiyah adalah organisasi yang berjalan dan besar karena sistem, bukan figuritas. Saya kira ada kesamaan dengan PKS. Seperti prosesi kepemimpinan yang berjalan tanpa gonjang-ganjing," ungkap Dr. Bachtiar.
Kesamaan visi dalam membangun bangsa melalui sistem yang kuat ini menjadi modal penting untuk menghadapi tantangan sosial di Sumatera Barat. Dr. Bachtiar menyebutkan tantangan berat seperti perilaku LGBT, narkoba, hingga masalah anggaran daerah adalah tanggung jawab yang harus dipikul bersama oleh organisasi yang memiliki sistem kaderisasi yang baik.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPW PKS Sumbar, H. Ulyadi, Lc., M.A memaparkan bahwa PKS juga mengedepankan pendekatan sistemik dalam menyelesaikan masalah sosial, salah satunya melalui penguatan institusi keluarga.
"Salah satu program unggulan PKS adalah program ketahanan keluarga melalui RKI (Rumah Keluarga Indonesia). Ini adalah langkah kita untuk memperkuat keluarga yang merupakan pondasi bangsa," jelas Ulyadi.
Menurut Ulyadi, banyak permasalahan sosial yang disinggung oleh Muhammadiyah, seperti narkoba, LGBT, hingga fenomena fatherless, sejatinya bisa diselesaikan jika ketahanan keluarga terbentuk dengan kokoh.
Hadir dalam pertemuan penuh keakraban tersebut jajaran DPTW PKS Sumbar seperti Sekretaris Nosa Ekananda dan Bendahara H. Muhamad Ridwan, serta tokoh-tokoh Muhammadiyah dan Aisyiyah Sumbar. (TI)
