Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya memaksimalkan potensi pangan lokal melalui pendekatan hilirisasi—mulai dari pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran yang bernilai tambah. Dalam sosialisasi tersebut, legislator PKS menekankan bahwa Sumatera Barat memiliki kekayaan sumber daya pangan yang luar biasa, mulai dari umbi-umbian, hasil pertanian, hingga olahan tradisional. Jika diolah dengan baik, komoditas lokal tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi juga memiliki peluang besar menembus pasar lebih luas.
Drs. H. Nurfirman Wansyah menjelaskan bahwa hilirisasi bukan sekadar meningkatkan nilai jual produk, tetapi juga salah satu strategi menjaga kemandirian pangan daerah. Ia mengajak masyarakat untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga pelaku yang mampu menciptakan produk inovatif berbasis bahan lokal.
Sementara itu, Syofian Hendri, S.Pd.I., MM menambahkan bahwa penguatan sektor pangan lokal membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pelaku UMKM, hingga generasi muda. Menurutnya, nilai ekonomi masyarakat akan meningkat bila produk pangan lokal memiliki daya saing melalui kualitas pengolahan yang baik, pembinaan yang berkelanjutan, serta kemampuan memanfaatkan teknologi pemasaran.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Fraksi PKS DPRD Sumbar berharap masyarakat semakin memahami urgensi hilirisasi pangan dan termotivasi untuk mengembangkan usaha berbasis potensi daerah. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata komitmen wakil rakyat dalam mendukung program pembangunan ekonomi kerakyatan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat.