PKS Sumbar: Mahyeldi
Tampilkan postingan dengan label Mahyeldi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mahyeldi. Tampilkan semua postingan

28 September 2026

PEMPROV SUMBAR TAKSIR KEBUTUHAN PEMULIHAN GALODO SOLOK CAPAI RP 550 MILIAR, BUYA MAHYELDI PASTIKAN KAWAL ANGGARAN

PEMPROV SUMBAR TAKSIR KEBUTUHAN PEMULIHAN GALODO SOLOK CAPAI RP 550 MILIAR, BUYA MAHYELDI PASTIKAN KAWAL ANGGARAN

SOLOK, SUMBAR.PKS.ID Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menaksir kebutuhan dana mencapai Rp 550 miliar. Anggaran ini berfungsi untuk pemulihan pascabencana galodo di Kabupaten Solok. Bencana banjir bandang ini merusak banyak infrastruktur fisik di berbagai titik.

Gubernur Sumatera Barat Buya Mahyeldi turun langsung meninjau kondisi lapangan. Beliau memastikan pemerintah provinsi segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Sinergi ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi secara cepat.

"Kita harus bergerak cepat memulihkan kondisi Solok pascagalodo. Pemprov Sumbar akan terus mengawal pengajuan dana Rp 550 miliar ini ke pusat agar jalan, jembatan, dan rumah warga bisa segera kita bangun kembali. Keselamatan dan pemulihan ekonomi warga adalah prioritas utama kita," tegas Buya Mahyeldi.

Air bah sebelumnya merusak jalan raya dan jembatan penghubung. Lumpur juga menimbun ratusan rumah warga. Kita bisa melihat langsung dampak kerusakan ini di kawasan Arosuka dan Kayu Aro.

Fraksi PKS di DPRD Provinsi dan DPR RI turut mengawal ketat pengajuan anggaran ini. Wakil rakyat dari PKS mendorong pemerintah pusat merespons cepat kebutuhan daerah. Mereka memastikan dana perbaikan infrastruktur segera turun ke daerah.

Sementara itu relawan PKS terus berkhidmat di lokasi bencana. Mereka membantu warga menyingkirkan material lumpur setiap hari. Kita dapat terus bersinergi dan menyalurkan bantuan untuk mempercepat pemulihan Kabupaten Solok. (AR)

19 September 2026

Gubernur Mahyeldi Tegaskan Pokir DPRD Harus Sesuai Kewenangan Provinsi di Tengah Keterbatasan Fiskal

Gubernur Mahyeldi Tegaskan Pokir DPRD Harus Sesuai Kewenangan Provinsi di Tengah Keterbatasan Fiskal

 


PADANG, SUMBAR.PKS.ID — Gubernur Sumatera Barat, H. Mahyeldi Ansharullah, S.P., menegaskan sikap tegaknya terkait penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun 2027. Di tengah kondisi ruang fiskal daerah yang sangat terbatas, politisi senior Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menginstruksikan agar setiap program—termasuk usulan pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD—harus mutlak diarahkan pada urusan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi.

Penegasan strategis ini disampaikan Mahyeldi usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Sumbar dengan agenda Penyampaian Pandangan Umum Fraksi terhadap RAPBD 2027 di Ruang Sidang Utama DPRD Sumbar, Senin (14/9/2026).

Gubernur Mahyeldi menyambut baik dan mengapresiasi masukan dari seluruh fraksi di DPRD Sumbar yang mendorong agar pemerintah daerah lebih fokus mengalokasikan anggaran pada program-program prioritas provinsi.

"Kami sangat sepakat dengan pandangan fraksi-fraksi. Pemerintah Provinsi Sumatera Barat harus konsen dengan kewenangan-kewenangan provinsi," ujar Mahyeldi.

Menurut Ketua DPW PKS Sumbar periode 2015-2020 ini, keselarasan antara program dan kewenangan menjadi semakin krusial mengingat kondisi fiskal Sumbar yang saat ini cukup terbatas. Hal ini menuntut agar setiap rupiah dari anggaran daerah direncanakan dan dialokasikan secara presisi, tepat sasaran, dan sesuai dengan tanggung jawab tiap tingkatan pemerintahan.

"Apalagi saat sekarang ini fiskal kita sangat terbatas. Maka, kita harapkan teman-teman di DPRD juga harus sejalan dengan ini," tegas Mahyeldi mengingatkan sinergi antara eksekutif dan legislatif.

Mahyeldi menekankan bahwa kesepahaman ini harus benar-benar dikawal dan diwujudkan dalam seluruh tahapan pembahasan RAPBD 2027, terutama saat menyusun dan membahas Pokir DPRD. Ia meminta agar setiap usulan Pokir yang masuk dipastikan memiliki landasan kewenangan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

"Jangan sampai kita menyampaikan bahwa kita harus fokus pada kewenangan provinsi, tetapi ketika pembahasan anggaran berlangsung, justru ada usulan (Pokir) yang tidak sesuai dengan kewenangan tersebut," paparnya mengingatkan komitmen bersama.

Sebagai bentuk keseriusannya menjaga kualitas APBD, Mahyeldi mengaku telah memberikan arahan tegas kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) untuk melakukan verifikasi ketat terhadap setiap usulan yang masuk.

"Saya sudah tegaskan kepada TAPD, ketika ada yang tidak sesuai dengan kewenangan, maka Pokirnya tidak akan bisa dijalankan," tegas Gubernur yang dikenal pro-rakyat ini.

Melalui ketegasan ini, Gubernur Mahyeldi berharap Pemprov Sumbar dan DPRD dapat terus merawat kesamaan pandang. Keterbatasan fiskal, menurutnya, justru harus diubah menjadi momentum untuk memperkuat sinergi, efisiensi, dan memastikan anggaran benar-benar memberikan manfaat optimal bagi kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat. (AR)

01 Agustus 2026

Kisah Anak Buruh Angkut Menjadi Gubernur, Mahyeldi Bangkitkan Semangat Siswa Sekolah Rakyat di Dharmasraya

Kisah Anak Buruh Angkut Menjadi Gubernur, Mahyeldi Bangkitkan Semangat Siswa Sekolah Rakyat di Dharmasraya


DHARMASRAYA, SUMBAR.PKS.ID - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, membangkitkan semangat ratusan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 3 Dharmasraya melalui kisah perjuangan hidupnya yang penuh keterbatasan. Pesan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan Open House dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Nagari Sungai Kambut, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya, Jumat (31/7/2026).

Di hadapan para siswa, guru, dan orang tua, Mahyeldi mengajak seluruh peserta didik untuk tidak pernah takut bermimpi besar. Menurutnya, latar belakang ekonomi bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita selama memiliki semangat belajar, kerja keras, doa, serta dukungan keluarga.

Suasana semakin hidup ketika Ketua MPW PKS Sumbar tersebut mengajak seluruh siswa mengepalkan tangan sebagai simbol tekad dan optimisme. Mahyeldi menegaskan bahwa setiap anak Sumatera Barat memiliki warisan perjuangan dari tokoh-tokoh besar bangsa yang berasal dari Ranah Minang. Karena itu, ia meminta para siswa untuk tidak pernah merasa rendah diri.

"Dalam diri kalian mengalir darah para pejuang seperti Bung Hatta, Mohammad Yamin, Buya Hamka, Mohammad Natsir, Tan Malaka, dan tokoh-tokoh besar lainnya. Jangan pernah merasa kecil. Kalian pun bisa menjadi gubernur, presiden, dokter, tentara, polisi, ataupun profesi hebat lainnya," ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya mengenal sejarah perjuangan daerah, khususnya peran Dharmasraya dalam perjalanan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Menurutnya, semangat perjuangan tersebut harus diwariskan kepada generasi muda sebagai bekal menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Mahyeldi yang pernah jadi Wali Kota Padang 2 periode tersebut turut membagikan perjalanan hidupnya yang penuh perjuangan. Ia menceritakan bahwa dirinya berasal dari keluarga sederhana. Sang ayah bekerja sebagai buruh angkut di Pasar Bawah Bukittinggi, sementara ibunya tetap berjuang membantu ekonomi keluarga meski memiliki keterbatasan fisik.

"Ayah saya seorang buruh angkut di pasar. Ibu saya memiliki keterbatasan fisik, tetapi tetap bekerja menerima jahitan. Kami tujuh bersaudara dan enam orang berhasil menempuh pendidikan tinggi. Jadi, tidak ada alasan menyerah hanya karena berasal dari keluarga sederhana," tuturnya.

Mahyeldi juga mengisahkan pernah merantau dan bekerja sebagai tukang becak sebelum akhirnya menyelesaikan pendidikan hingga dipercaya memimpin Sumatera Barat. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa kesuksesan tidak ditentukan oleh kondisi ekonomi keluarga, melainkan oleh kegigihan dan kemauan untuk terus belajar.


"Yang terpenting adalah semangat belajar, kerja keras, doa, dan dukungan orang tua. Tidak ada hambatan untuk menjadi sukses," katanya, disambut tepuk tangan para hadirin.

Selain memberikan motivasi kepada para siswa, Mahyeldi menitipkan pesan kepada para guru agar mendidik anak-anak dengan penuh keikhlasan, kasih sayang, dan keteladanan. Ia menilai guru memiliki peran penting, bukan hanya dalam mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter generasi penerus bangsa.

Kepada para orang tua, ia mengajak agar terus memberikan perhatian, doa, dan dukungan kepada anak-anak selama menjalani pendidikan.

"Teruslah memberi semangat kepada anak-anak kita. Jangan pernah lelah mendampingi mereka. Ketika mereka berhasil nanti, kebahagiaan itu juga akan menjadi kebahagiaan orang tuanya," ujarnya.

Mahyeldi optimistis Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Dharmasraya akan menjadi salah satu pusat lahirnya generasi unggul di Sumatera Barat. Dengan dukungan pemerintah, tenaga pendidik, serta keluarga, ia meyakini sekolah tersebut mampu mencetak anak-anak yang cerdas, berkarakter, berdaya saing, dan siap menjadi pemimpin bangsa di masa depan.

"Insyaallah, dari Sekolah Rakyat ini akan lahir pemimpin-pemimpin besar yang membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya. (TI)


17 Mei 2026

Wujudkan SDM Unggul dan Berkarakter ABS-SBK, Gubernur Mahyeldi Gagas Pembangunan Asrama SLTA se-Sumbar

Wujudkan SDM Unggul dan Berkarakter ABS-SBK, Gubernur Mahyeldi Gagas Pembangunan Asrama SLTA se-Sumbar


PADANG, SUMBAR.PKS.ID
 — Komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) di bawah kepemimpinan Gubernur Mahyeldi untuk melahirkan generasi muda yang cerdas secara intelektual dan kokoh secara akhlak terus dipacu. Kali ini, Gubernur Mahyeldi merancang program strategis berupa penyiapan fasilitas asrama pada sekolah jenjang menengah atas (SLTA) di seluruh wilayah Sumbar.

Langkah ini diambil Buya Mahyeldi—sapaan akrab Gubernur—sebagai solusi konkret atas tantangan geografis Sumbar yang berbukit dan berkepulauan. Melalui sistem berasrama, Mahyeldi ingin memastikan bahwa keadilan sosial di sektor pendidikan benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkendala jarak maupun status ekonomi.

Mahyeldi menegaskan bahwa setiap anak di Sumatra Barat berhak mendapatkan layanan pendidikan terbaik. Fasilitas asrama ini dirancang untuk memutus mata rantai ketimpangan akses yang selama ini sering dialami oleh siswa dari daerah pelosok.

"Ke depan, kita ingin anak-anak Sumbar memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan berkualitas, tanpa terkendala jarak dan kondisi ekonomi keluarga. Karena itu, keberadaan asrama di sekolah menengah atas menjadi kebutuhan penting yang harus kita siapkan bersama," ujar Mahyeldi di Padang, Jumat (15/5/2026).

Selain meringankan beban finansial orang tua yang tinggal jauh dari pusat pendidikan, keberadaan asrama ini menjadi garansi agar tidak ada anak Sumbar yang kehilangan kesempatan bersekolah di sekolah unggulan hanya karena faktor aksesibilitas.


Bagi politisi PKS tersebut, pendidikan tidak boleh sekadar mentransfer ilmu pengetahuan (kognitif), tetapi juga harus menjadi rahim bagi pembentukan karakter, kedisiplinan, dan penguatan nilai-nilai spiritual. Pola pendidikan berasrama dinilai sebagai ekosistem paling ideal untuk menyelaraskan capaian akademik dengan pengembangan soft skill siswa.

Secara khusus, Mahyeldi menekankan bahwa pengelolaan asrama ini nantinya akan diintegrasikan dengan nilai-nilai lokal Sumatra Barat.

"Melalui sistem asrama, kita ingin penguatan intelektual siswa berjalan seiring dengan pembentukan karakter. Tidak hanya melalui proses pengajaran, tetapi juga penguatan soft skill melalui berbagai pelatihan sesuai kebutuhan serta pengasuhan berbasis nilai-nilai adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah," jelas kader terbaik PKS Sumbar tersebut.

Di tengah derasnya arus digitalisasi dan tantangan zaman, Walikota Padang dua periode tersebut juga melihat sistem asrama ini sebagai langkah preventif (pencegahan) yang efektif untuk melindungi generasi muda dari berbagai ancaman sosial.

Dengan lingkungan asrama yang terpantau dan terstruktur, siswa akan lebih terlindungi dari potensi kenakalan remaja yang kian mengkhawatirkan saat ini.

Mengingat keterbatasan kemampuan keuangan daerah, Mahyeldi menjelaskan bahwa program ini akan dieksekusi secara bertahap dengan skala prioritas yang matang.

Menutup penyampaiannya, Gubernur Mahyeldi mengajak seluruh elemen masyarakat, pemangku kebijakan, hingga pihak legislatif untuk bersama-sama mengawal dan mendukung penuh rencana besar ini.

"Pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi daerah yang patut kita dukung bersama. Kita ingin generasi muda Sumbar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, tangguh, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan zaman," pungkas Mahyeldi optimis. (TI)

16 Mei 2026

Bank Nagari Masuk Jajaran Bank Terbaik Dunia Versi Forbes, Gubernur Mahyeldi: Bukti BUMD Sumbar Mampu Bersaing Global

Bank Nagari Masuk Jajaran Bank Terbaik Dunia Versi Forbes, Gubernur Mahyeldi: Bukti BUMD Sumbar Mampu Bersaing Global


PADANG, SUMBAR.PKS.ID
 — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Sumatera Barat di kancah internasional. Bank Nagari, bank kebanggaan masyarakat Minang, berhasil menembus daftar bank terbaik dunia (World's Best Banks) versi majalah bisnis terkemuka asal Amerika Serikat, Forbes.

Capaian prestisius ini mendapat apresiasi tinggi dari Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi. Pria yang akrab disapa Buya Mahyeldi ini menegaskan, pengakuan dari Forbes ini menjadi bukti sahih bahwa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sumbar memiliki daya saing yang kuat, tidak hanya di level nasional tetapi juga di tingkat global.

Politisi PKS tersebut menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas pencapaian ini. Menurutnya, masuknya Bank Nagari ke dalam jajaran elite perbankan dunia bukanlah hasil kerja semalam, melainkan buah dari sinergi yang kokoh antara pemerintah daerah, manajemen bank, dan seluruh masyarakat Sumbar.

“Alhamdulillah, tentu kita sangat bersyukur. Bank Nagari masuk dalam salah satu bank terbaik versi Majalah Forbes. Ini pencapaian yang sangat membanggakan bagi Sumatera Barat,” ungkap Mahyeldi di Padang, Kamis (14/5/2026).

Ia menambahkan bahwa keseriusan Pemprov Sumbar dalam melakukan pembinaan dan membangun kolaborasi dengan jajaran pengurus BUMD kini mulai memperlihatkan hasil yang nyata.

Bagi Mahyeldi, penghargaan dari Forbes ini harus dijadikan momentum emas. Ia ingin kesuksesan Bank Nagari menular dan menjadi pemantik motivasi bagi BUMD-BUMD lain di Sumatra Barat untuk terus berbenah, meningkatkan tata kelola perusahaan (good corporate governance), dan mendongkrak kualitas pelayanan.

“Kita berharap ke depan BUMD-BUMD lain di Sumbar juga bisa menjadi yang terbaik di tingkat nasional bahkan internasional. Dukungan pemerintah, kesungguhan manajemen, dan partisipasi masyarakat menjadi kunci utamanya,” urai Mahyeldi.

Melihat potensi yang ada, Pemimpin Sumbar ini merasa sangat optimistis dengan masa depan perekonomian daerah. Mahyeldi meyakini, jika komitmen, profesionalisme, dan integritas kerja mampu dijaga dengan baik oleh seluruh pihak, maka serangkaian prestasi internasional lainnya akan segera menyusul.

Prestasi Bank Nagari ini pun diharapkan mampu menebalkan rasa kepercayaan publik (public trust) terhadap kinerja instansi dan perusahaan daerah milik Sumatera Barat.

“Kita yakin kalau semua memberikan yang terbaik, pemerintah daerah mendukung, masyarakat mendukung, dan manajemen bekerja sungguh-sungguh, maka hasilnya pun pasti akan baik. Tidak hanya di level nasional, tapi juga internasional. Mudah-mudahan ke depan semakin banyak BUMD kita yang mendapat apresiasi dan sorotan positif dari masyarakat luas,” pungkas Walikota Padang dua periode tersebut penuh optimisme. (TI)

10 Mei 2026

Meriahkan Milad ke-24, PKS Sumbar Gelar Bazar UMKM ‘PaKis’ untuk Dongkrak Ekonomi Rakyat

Meriahkan Milad ke-24, PKS Sumbar Gelar Bazar UMKM ‘PaKis’ untuk Dongkrak Ekonomi Rakyat


PADANG, SUMBAR.PKS.ID – Dalam rangka memperingati Milad Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang ke-24, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Sumatera Barat menggelar Bazar UMKM bertajuk Pasar Kita Semua (PaKis Sumbar). Acara yang dipusatkan di pelataran parkir Gedung DPTW PKS Sumbar, Padang ini berlangsung meriah pada Sabtu (9/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga sore hari ini diikuti oleh beragam pelaku usaha lokal. Berbagai jenis produk dijajakan, mulai dari aneka camilan tradisional, makanan berat, produk herbal, koleksi buku, hingga parfum.

Kemeriahan bazar semakin terasa dengan kehadiran para tokoh dan pimpinan PKS Sumatera Barat. Terlihat hadir Mahyeldi, Ketua MPW PKS Sumbar yang juga menjabat sebagai Gubernur Sumatera Barat. Selain itu, hadir pula Ketua DPRD Sumbar Muhidi dan sejumlah anggota legislatif Fraksi PKS DPRD Sumbar lainnya, serta pengurus DPW PKS Sumbar.

Mahyeldi dan para tokoh PKS lainnya tampak antusias berkeliling stand dan memborong produk-produk yang dijajakan para pelaku UMKM. Hal ini menjadi bentuk keberpihakan nyata PKS terhadap penguatan ekonomi kerakyatan di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan.

Ketua DPW PKS Sumbar, Ulyadi, menyampaikan bahwa Bazar PaKis merupakan salah satu agenda strategis partai untuk mendekatkan diri dengan persoalan riil masyarakat, khususnya di sektor ekonomi.

"Bazar PaKis ini bukan sekadar perayaan seremonial Milad ke-24, tapi merupakan komitmen berkelanjutan PKS untuk hadir memberikan solusi bagi ekonomi keluarga. Kita tahu kondisi ekonomi global sedang tidak baik-baik saja, maka penguatan ekonomi domestik melalui UMKM adalah kunci," ujar Ulyadi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa PKS Sumbar ingin menciptakan ekosistem di mana produk-produk lokal mendapatkan panggung dan pasar yang luas.

"Kami ingin para pelaku usaha kecil merasa didukung. Hari ini pimpinan PKS, para aleg, dan kader hadir untuk berbelanja. Ini pesan kuat bahwa PKS konsisten mendukung program peningkatan ekonomi masyarakat. InsyaAllah, kegiatan seperti ini akan terus kita dorong agar UMKM Sumbar naik kelas," tambahnya. (TI)

07 Mei 2026

Ekonomi Sumbar Melesat 5,02 Persen, Tokoh Nasional Dony Oskaria Puji Sinergi Kepemimpinan Mahyeldi-Vasko

Ekonomi Sumbar Melesat 5,02 Persen, Tokoh Nasional Dony Oskaria Puji Sinergi Kepemimpinan Mahyeldi-Vasko


PADANG, SUMBAR.PKS.ID – Capaian positif pertumbuhan ekonomi (PE) Sumatera Barat pada semester pertama tahun 2026 mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak. Salah satu dukungan datang dari tokoh nasional asal Tanjung Alam yang juga pemimpin teras BUMN, Dony Oskaria. Ia secara terbuka memuji langkah cepat dan kolaborasi solid antara Gubernur Mahyeldi dan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy dalam memacu roda ekonomi ranah minang.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada Triwulan I 2026 berhasil menembus angka 5,02 persen. Angka ini menunjukkan tren pemulihan yang sangat signifikan jika dibandingkan dengan kondisi pada akhir tahun 2025 yang sempat melambat di angka 3,94 persen.

Dony Oskaria, yang selama ini dikenal kritis terhadap perkembangan ekonomi kampung halamannya, mengaku takjub dengan progres yang dicapai di bawah komando Mahyeldi-Vasko.

“Saya kritik keras selama ini karena saya sayang dengan provinsi kampung halaman. Alhamdulillah, berdasarkan rilis BPS, angka Pertumbuhan Ekonomi (PE) Sumbar naik. Saya memuji dan berharap tren positif ini terus terjaga setiap bulannya,” ujar Dony Oskaria, Kamis (7/5/2026).

Menurut Dony, keberhasilan ini tidak lepas dari tangan dingin duet kepemimpinan di Sumbar yang mampu merespons tantangan dengan kerja nyata. Ia berharap capaian ini dapat terus ditingkatkan hingga melampaui rata-rata pertumbuhan nasional.

“Kuncinya adalah kerja keras seluruh pemimpin Sumbar, dan hasilnya kini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat,” tambahnya.

Lompatan ekonomi Sumbar hingga di atas 5 persen ini dipicu oleh gerak cepat pemerintah dalam melakukan rehabilitasi infrastruktur pascabencana serta penguatan konsumsi rumah tangga. Sinergi Mahyeldi-Vasko terlihat nyata dalam mengawal proyek-proyek strategis, termasuk percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Padang-Sicincin yang diproyeksikan menjadi urat nadi baru ekonomi daerah.

Selain infrastruktur, kepemimpinan Mahyeldi-Vasko juga fokus pada penguatan sektor unggulan seperti komoditas CPO, gambir, serta kebangkitan UMKM dan pariwisata melalui gerakan "Sumbar Bangkit".

Perbaikan ekonomi ini juga berbanding lurus dengan membaiknya sektor ketenagakerjaan. Berdasarkan data pendukung, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Sumatera Barat berhasil ditekan hingga ke angka 5,75 persen, dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPK) yang mencapai 70,28 persen.

Dengan kontribusi PDRB regional yang kini mencapai 6,83 persen, Sumatera Barat di bawah kepemimpinan Mahyeldi dan Vasko optimistis menatap masa depan ekonomi yang lebih stabil dan inklusif bagi seluruh warga di ranah maupun di rantau. (TI)

04 Mei 2026

Perkuat Sinergi Forkopimda, Gubernur Mahyeldi Sambut Hangat Kedatangan Kajati Sumbar yang Baru

Perkuat Sinergi Forkopimda, Gubernur Mahyeldi Sambut Hangat Kedatangan Kajati Sumbar yang Baru


PADANG PARIAMAN, SUMBAR.PKS.ID – Semangat kolaborasi antar-lembaga terus dipupuk oleh Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi. Hal ini terlihat saat Gubernur menyambut langsung kedatangan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sumbar yang baru, Dedie Tri Hariyadi, di Ruang VIP Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Senin (4/5/2026).

Kehadiran Dedie Tri Hariyadi di Ranah Minang menandai dimulainya tugas baru beliau menggantikan Muhibuddin, yang kini mengemban amanah sebagai Kajati Sumatera Utara.

Dalam suasana penyambutan yang hangat dan penuh kekeluargaan tersebut, Mahyeldi didampingi oleh jajaran unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, serta para pimpinan OPD di lingkungan Pemprov Sumbar.

Pria yang akrab dipanggil Buya Mahyeldi tersebut menyampaikan bahwa tradisi penyambutan ini bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kuatnya harmonisasi dan rasa saling menghargai antar-pimpinan instansi di Sumatera Barat.


"Selamat datang di Ranah Minang, Pak Kajati. Kami berharap sinergi yang telah terjalin baik selama ini antara Pemerintah Provinsi dan Kejaksaan dapat terus ditingkatkan. Semoga kita bisa saling menguatkan dalam menjalankan tanggung jawab demi kemajuan masyarakat Sumbar," ujarnya dengan penuh optimisme.

Kajati Sumbar yang baru, Dedie Tri Hariyadi, bukanlah orang baru dalam dunia penegakan hukum nasional. Sebelum diamanahkan memimpin Kejati Sumbar, beliau menjabat sebagai Direktur Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) Berat pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus di Kejaksaan Agung.

Penyambutan ini diharapkan menjadi langkah awal yang solid bagi terciptanya penegakan hukum yang berkeadilan, seiring dengan visi pembangunan daerah yang diusung oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di bawah kepemimpinan politisi PKS tersebut. (TI)

PKS Foto Sumbar

[PKS Foto Sumbar][recentbylabel3]

Dakwah

[Dakwah][recentbylabel3]
Pemberitahuan
Jangan lupa untuk like dan subscribe PKS Sumbar.
Done