SUMBAR.PKS.ID, PASAMAN BARAT – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sumatera Barat melakukan kunjungan kerja sekaligus menghadiri Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Konsolidasi Relawan DPD PKS Pasaman Barat, Ahad (4/1/2026). Kehadiran pengurus wilayah ini membawa misi penguatan struktur dan penegasan jati diri kader di tengah suasana pemulihan pasca-bencana.
Rombongan DPW PKS Sumbar dipimpin oleh Ketua Bidang Kaderisasi Anggota Partai (BKAP) DPW PKS Sumbar, Zul Adli, didampingi Sekretaris Bidang Komunikasi dan Digital (Komdigi) Salman Arif serta jajaran pengurus wilayah lainnya. Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kampus Yaptip, Simpang Empat ini berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan empati.
Dalam arahannya, Zul Adli memberikan refleksi mendalam kepada seluruh peserta Rakerda. Ia menegaskan bahwa setiap kader PKS harus memiliki "DNA Peduli" yang menjadi pembeda dalam kancah politik nasional.
"Kader PKS memiliki DNA peduli. Ini bukan sekadar slogan, tapi harus dibuktikan dengan kerja nyata di lapangan. Kemenangan sejati bagi kita di Sumatera Barat adalah saat kita hadir paling depan di tengah masyarakat yang sedang kesulitan," tegas Zul Adli.
Ia mengingatkan bahwa di tengah duka bencana yang masih menyelimuti Bumi Tuah Basamo, PKS tidak boleh kehilangan sensitivitas sosialnya. Kerja politik harus senantiasa berkelindan dengan nilai-nilai kemanusiaan.
Sebagai panduan gerak organisasi ke depan, DPW PKS Sumbar memaparkan kerangka kerja strategis K2P2 untuk diadopsi oleh pengurus di tingkat daerah hingga DPC. K2 (Kader dan Kaderisasi) menitikberatkan pada pembinaan mental dan kesejahteraan kader agar memiliki daya tahan yang kokoh dalam berkhidmat kepada masyarakat. Sedangkan P2 (Pelayanan Publik) menjadikan pelayanan sebagai ruh partai yang akan menentukan posisi PKS di hati sanubari rakyat.
Pihak DPW PKS Sumbar memastikan bahwa setiap program kerja yang dirumuskan dalam Rakerda ini akan mendapatkan pengawalan agar selaras dengan agenda utama DPP, terutama dalam menciptakan dampak langsung bagi pemulihan ekonomi dan sosial warga terdampak bencana.
Kunjungan ini diakhiri dengan komitmen bersama bahwa politik PKS di tahun 2026 adalah politik pengabdian. DPW berharap PKS Pasaman Barat menjadi garda terdepan dalam mengobati luka masyarakat melalui karakter kader yang bersih, peduli, dan negarawan. (TI)
