SUMBAR.PKS.ID, PADANG– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi IV dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H. Rahmat Saleh, S. Farm. M. IP., menegaskan bahwa investasi di bidang pendidikan anak serta optimalisasi sektor kelautan dan perikanan merupakan strategi kunci untuk meningkatkan kualitas hidup dan memberantas kemiskinan.
Penegasan ini disampaikan Rahmat Saleh saat memberikan sambutan pembukaan Sosialisasi Bulan Mutu tahun 2025 yang digelar oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Stasiun Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (SKIPM) Padang. Acara ini berlangsung di Aula Kantor Kemenag Provinsi Sumatera Barat, pada hari Minggu (16/11).
Sebagai anggota dewan yang membidangi Pertanian, Kelautan, Perikanan, Kehutanan, dan Bulog, Rahmat Saleh menyampaikan apresiasi dan pesan inspiratif kepada peserta, termasuk tokoh masyarakat dan purnawirawan.
Prioritas Mutlak: Sekolah Anak
Rahmat Saleh secara khusus menyoroti pendidikan sebagai jalur utama untuk lepas dari jerat kemiskinan.
"Satu kata kuncinya, kalau kita ingin keluar dari kemiskinan, keluar dari keterpurukan, keluar dari ketergantungan. Satunya, investasi sekolah anak atau sekolah cucu," ujar politisi PKS ini.
Ia menekankan agar prioritas ini dilakukan tanpa mengabaikan pemenuhan gizi dan kesehatan keluarga. Rahmat Saleh berbagi kisah pribadinya sebagai anak petani yang orang tuanya sukses memprioritaskan pendidikan melalui pemanfaatan lahan pekarangan dan beternak itik secara produktif.
Dalam konteks Bulan Mutu KKP, kader PKS ini memberikan dukungan penuh pada program pemerintah tersebut.
"Ini apresiasi yang besar kami di anggota DPR RI Komisi IV. Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian KKP di bawah SKIPM Padang. Yang sudah melakukan kegiatan Bulan Mutu," katanya.
Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan literasi, pemahaman, dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengonsumsi ikan yang aman, sehat, dan berkualitas untuk masa depan generasi.
Rahmat Saleh juga mendorong para tokoh masyarakat, terutama yang berdomisili di wilayah pesisir, untuk mengambil peran aktif sebagai penyuluh dan pembina kelompok nelayan.
"Kalau dah dekat ke pantai atau dekat kelompok nelayan, saya sarankan jadi pembina kelompok nelayan, Pak. Nanti bisa kita bina dan jadi perpanjangan tangan kita untuk program-program pemberdayaan masyarakat," pungkasnya.
Politisi PKS ini berharap para tokoh yang hadir dapat menjadi "suluh penerang" di lingkungannya, serta menjadi jembatan penghubung antara masyarakat dengan program-program Komisi IV DPR RI dan KKP. Acara sosialisasi ditutup dengan penyerahan simbolis produk olahan ikan kepada peserta. (*)