Mahyeldi Gagas "Lompatan Ekonomi" Sumbar: Target Pertumbuhan 7,3%, Siap Perjuangkan Investasi Rp120 Triliun - PKS Sumbar

20 November 2025

Mahyeldi Gagas "Lompatan Ekonomi" Sumbar: Target Pertumbuhan 7,3%, Siap Perjuangkan Investasi Rp120 Triliun


Padang, sumbar.pks.id — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menegaskan bahwa ini adalah "Saatnya Sumbar Membuat Lompatan Ekonomi" dan tidak lagi sekadar mengikuti arus. Pernyataan tersebut disampaikan Mahyeldi saat membuka Temu Responden dan Diseminasi Laporan Perekonomian Sumbar 2025 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumbar pada Rabu (19/11/2025).

Di hadapan para responden BI, Gubernur Mahyeldi menyampaikan tantangan sekaligus optimisme tinggi terhadap masa depan perekonomian daerah. Ia menekankan bahwa perubahan ekonomi global menuntut Sumbar untuk bergerak lebih cepat, inovatif, dan berani menghadirkan terobosan, memanfaatkan potensi alam, budaya, dan SDM yang luar biasa.

Politisi PKS tersebut mengungkapkan bahwa dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, Sumbar menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,3 persen pada tahun 2029, dengan PDRB per kapita mencapai Rp94,85 juta. Untuk merealisasikan target monumental dari Pemerintah Pusat ini, Sumbar membutuhkan suntikan investasi sebesar Rp80–120 triliun dalam empat tahun ke depan.

"Tantangannya berat. Ruang fiskal sempit, kebutuhan besar. Tapi orang Minang tidak pernah kalah oleh keadaan. Kita lahir dari tanah yang subur dengan keteguhan lebih kuat dari batu karang. Kita akan berjuang keras agar target itu tercapai," cetus Mahyeldi, membakar semangat hadirin.

 


Gubernur Mahyeldi telah merancang tiga fondasi utama untuk mencapai target tersebut. Pertama, memiliki misi jangka panjang yang jelas yaitu berfokus pada sektor potensial seperti pertanian, perdagangan, UMKM, pariwisata, dan ekonomi hijau. Kedua, pentingnya penguatan novasi dengan mendorong kolaborasi dan adopsi teknologi digital. Ketiga, pentingnya efisiensi dan akuntabilitas

Mengakui bahwa saat ini sektor pertanian (21,76%) dan perdagangan (16,41%) masih menjadi tulang punggung, Mahyeldi menargetkan sektor pariwisata akan menjadi lokomotif pertumbuhan baru. Sektor ini diyakini memiliki efek berantai yang besar terhadap kuliner, akomodasi, transportasi, dan penguatan UMKM.

Mantan Wali Kota Padang dua periode tersebut menutup sambutannya dengan visi besar, "Pembangunan bukan hanya soal jalan dan jembatan, tapi membangun martabat rakyat. Dengan kerja keras dan kebersamaan, Sumbar bisa menjadi kekuatan ekonomi utama di Sumatera dan berkontribusi pada Indonesia Emas 2045.”

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sumbar, Mohamad Abdul Majid Ikram, menegaskan komitmen sinergi dengan Pemda. Ia menyebut bahwa hasil dari Temu Responden ini akan menjadi rekomendasi kebijakan yang kuat karena berpijak pada fakta dan dinamika yang terjadi di lapangan. (TI)

Bagikan

Give us your opinion

Pemberitahuan
Jangan lupa untuk like dan subscribe PKS Sumbar.
Done