PKS Sumbar: Seni Budaya
Tampilkan postingan dengan label Seni Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni Budaya. Tampilkan semua postingan

13 Oktober 2025

DPW PKS Sumbar Inisiasi Bedah UU No. 17 Tahun 2022: Perkuat Harmonisasi Hukum Adat dan Positif dalam Bingkai ABS-SBK

DPW PKS Sumbar Inisiasi Bedah UU No. 17 Tahun 2022: Perkuat Harmonisasi Hukum Adat dan Positif dalam Bingkai ABS-SBK

 

PADANG, sumbar.pks.id - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Barat menyelenggarakan Seminar dan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Harmonisasi Hukum Adat dan Hukum Positif dalam Bingkai UU No. 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat." Acara ini berlangsung hangat di Hotel Pangeran Beach Padang pada Minggu(12/10/2025), dengan menghadirkan narasumber dari berbagai disiplin ilmu.

 

Seminar dibuka secara resmi oleh Ketua DPW PKS Sumatera Barat, Ulyadi. Dalam sambutannya, Ketua DPW PKS Sumbar Ulyadi menegaskan bahwa Sumatera Barat sejak awal kedatangan Islam telah memiliki falsafah kehidupan yang sangat sejalan dengan ajaran Islam. Oleh karena itu, hadirnya UU No. 17/2022 menjadi momentum penting untuk menghidupkan kembali nilai-nilai ABS-SBK dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat Minangkabau.

“Kita ingin agar nilai-nilai dan budaya ini betul-betul bisa kita hadirkan dalam kehidupan masyarakat, dan sekarang sudah diakui dalam undang-undang,” ujar Ulyadi.

Ia menyoroti Pasal 5 Ayat C UU tersebut, yang menjadi poin menarik karena secara eksplisit menegaskan bahwa adat dan budaya Minangkabau harus berdasarkan nilai-nilai ABS-SBK sesuai adat salingka nagari.

Seminar ini menghadirkan beragam narasumber dari berbagai latarbelakang. Dari pemerintah Provinsi Sumatera Barat hadir Sekretaris Daerah Sumatera Barat Arry Yuswandy. Juga hadir dosen, akademisi, ulama, dan pendakwah Duski Samad, pakar hukum Yuslim Hamzah, dan akademisi dan budayawan Budiman Dt. Malano Garang. 

Prof. Dr. H. Duski Samad, M.Ag, membuka wawasan dengan tinjauan historis yang mendalam. Menurutnya, falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) bukanlah konsep baru, melainkan memiliki akar sejarah yang sangat panjang dan kokoh. Ia menunjuk pada peristiwa bersejarah Sumpah Sati di Bukik Marapalam pada tahun 1837 sebagai tonggak dasar filosofis yang mengikat kehidupan masyarakat Minang hingga kini. Dengan demikian, ABS-SBK adalah jati diri yang telah teruji oleh waktu.

Senada dengan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandy, S.K.M., M.K.M, memberikan penegasan dari sisi pemerintahan. Beliau menekankan bahwa UU Nomor 17 Tahun 2022 adalah Undang-Undang yang spesifik dan secara eksplisit mengatur tentang Provinsi Sumatera Barat. Kehadiran UU ini menjadi payung hukum yang kuat, karena secara jelas mengakui dan mengukuhkan falsafah ABS-SBK sebagai identitas tak terpisahkan dari masyarakat Minangkabau.

Dari perspektif budaya dan akademisi, Dr. H. Budiman, S.Ag., M.M., Dt. Malano Garang, mengupas tuntas implikasi dari Pasal 5 Ayat (c) UU tersebut. Beliau menjelaskan bahwa pasal ini memberikan mandat besar, yaitu untuk melestarikan tidak hanya adat, tetapi juga sejarah, bahasa, kesenian, desa adat, dan kearifan lokal. Intinya, pasal ini berfungsi sebagai penekanan penting untuk mempertahankan karakter religius yang menjadi ciri khas masyarakat Ranah Minang.

Sementara itu, Dr. Yuslim Hamzah, S.H., M.H., membawa perspektif hukum dan historis. Beliau mengingatkan bahwa jauh sebelum masa kolonial, Sumatera Barat telah memiliki sistem pemerintahan yang mandiri. Sayangnya, sistem baru mulai dibentuk pada masa penjajahan Belanda melalui hukum pemerintahan daerah pertama tahun 1903, bahkan konsep 'kabupaten' pun diadopsi dari Pulau Jawa. Oleh karena itu, kehadiran UU No. 17 Tahun 2022 menjadi langkah restoratif dan krusial untuk memperkuat kembali jati diri dan sistem yang berlandaskan nilai-nilai ABS-SBK yang religius, berbudaya, dan berkarakter kuat.

Secara keseluruhan, para narasumber sepakat bahwa UU No. 17 Tahun 2022 merupakan instrumen hukum yang vital. Jika diimplementasikan dengan baik, UU ini akan menjadi fondasi untuk membentuk sumber daya manusia Sumatera Barat yang kokoh, berbudaya luhur, dan berpegang teguh pada nilai-nilai keagamaan.

Acara kemudian ditutup dengan sesi diskusi bersama peserta yang hadir, menunjukkan antusiasme tinggi dari berbagai kalangan dalam mengawal implementasi UU yang menjadi payung hukum spesifik bagi ranah minang ini. (TI/H)


23 Januari 2022

Silaturrahim dengan Bidang Senbud DPW PKS Sumbar, Syaifullah Tekankan Perlunya Sinergitas

Silaturrahim dengan Bidang Senbud DPW PKS Sumbar, Syaifullah Tekankan Perlunya Sinergitas


SUMBAR.PKS.ID, PADANG-
Sumatera Barat yang dikenal akan kekayaan budayanya ternyata mendapat perhatian yang besar dari segenap pihak. Salah satunya dari tokoh budaya Sumbar sekaligus Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Syaifullah, MM. 

Ini disampaikan langsung oleh beliau saat bersilaturahim dengan Bidang Seni Budaya PKS Sumbar M. Ridwan selaku ketua bidang Seni Budaya bersama beberapa orang anggota bidang pada hari Jumat (21/1/2022) di komplek Gubernuran Sumatera Barat. 

Dalam silaturahim ini, Syaifullah mengajak penggiat seni dan kebudayaan di Sumbar untuk menghidupkan dan mengenalkan produk kebudayaan lokal yang ada di nagari di Sumatera Barat. 

Selain itu, beliau juga menjelaskan bahwa kerja  ini tidak bisa dilakukan sendiri seperti Dinas Kebudayaan saja atau segelintir kelompok saja. 

"Menghidupkan dan mengenalkan kebudayaan Sumbar perlu dilakukan secara sinergi. Membangun sinergi dalam rangka melestarikan kekayaan khazanah budaya Minangkabau adalah hal penting dan utama yang perlu dilakukan semua pihak guna kekayaan Minangkabau ini dapat terus dinikmati hingga ke anak cucu nantinya," papar Syaifullah. (ed)

29 Maret 2021

PKS Sumbar Siap Menjadi Panggung Besar untuk Masyarakat Seni Budaya Sumatera Barat

PKS Sumbar Siap Menjadi Panggung Besar untuk Masyarakat Seni Budaya Sumatera Barat



SUMBAR.PKS.ID, PADANG- Melihat besarnya harapan masyarakat Sumatera Barat kepada Partai Keadilan Sejahtera, yang dibuktikan dengan terpilihnya kader terbaik PKS Buya H Mahyeldi Ansharullah. SP, menjadi Gubernur Provinsi Sumatera Barat, mendorong PKS Sumbar yang kini dipimpin oleh Mahyeldi menyiapkan persembahan istimewa untuk seluruh masyarakat Sumbar. Lebih khusus, persembahan tersebut diberikan kepada masyarakat insan pecinta seni budaya di Sumatera Barat.

Hal tersebut menjadi semangat Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) pengurus Bidang Seni Budaya DPW PKS Sumbar, Senin (29/3/2021). Kegiatan yang berlangsung di aula budaya DPW PKS Sumbar tersebut juga diikuti oleh tim seni budaya DPD kabupaten dan kota se- Sumatera Barat secara virtual. Turut hadir dalam kegiatan tersebut para pengurus DPW PKS, diantaranya Wakil Ketua Umum H. Ulyadi,Lc., MA , Sekretaris Umum, H. Rahmat Saleh dan Kabid Humas PKS Sumbar H. Mulyadi Muslim.Lc., MA.

Ketua Bidang Seni Budaya DPW PKS Sumbar, M. Ridwan menyatakan menyatakan kesiapan pihaknya menyambut langkah strategis guna memberikan persembahan terbaik bagi insan seni dan budaya Sumbar. 

"Beberapa strategi tengah kami siapkan, diantarnya dengan menyiapkan berbagai rencana aksi dan program nyata juga program kolaborasi di bidang seni budaya yang tentunya akan bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat Sumatera Barat. Kita akan melakukan pendekatan yang lebih kreatif, kekinian dan tetap memperhatikan protokol kesehatan ditengah kondisi pandemi yang menimpa dunia saat ini," ungkap Ridwan. 

Hal senanda juga disampaikan oleh Ketua DPW PKS Sumbar, Mahyeldi. Ia menyatakan, partai menyiapkan panggung seluas luasnya bagi insan penggiat seni budaya di Sumbar. Diantaranya dengan menjadikan DPW PKS Sumbar sebagai rumah atau basecamp yang siap berperan aktif dan bersinergi dengan berbagai komunitas, lembaga , dan sanggar seni budaya untuk memajukan karya seni budaya Sumatera Barat. Hal tersebut bertujuan agar produk seni budaya Sumbar ini semakin dikenal, diminati dan dicintai oleh seluruh warga Sumbar, masyarakat Indonesia, bahkan manca negara.


"PKS Sumatera Barat juga berkomitmen menjadikan seni budaya lokal khas Minang,  seperti: randai, gandang, tambua tassa, serta kegiatan seni budaya lainya sebagai top icon dan trensetter yang dicintai oleh warga Sumbar. Kita juga siap memajukan warisan budaya Minangkabau seperti petatah petitih adat Minangkabau, seni syair, pantun budaya dengan kemasan yang lebih menarik, dengan mengahadirkan program ngaji budaya. Ini bertujuan agar orang Minang tidak lupa dengan adatnya, ibarat kacang tidak lupa dengan kulitnya. Sementara untuk generasi milenial, PKS Sumbar sudah menyiapkan program academy content creator, sehingga nantiknya makin banyak anak – anak muda kreatif dan produktif mengahasilkan karya seni budaya terbaik dan menyenangkan untuk dinikmati di semua lini massa," papar Mahyeldi.


Rakerwil Bidang Seni Budaya PKS Sumbar ini juga menegaskan kesiapan PKS diberdayakan sebagai pusat pelatihan, pembinaan serta menyiapkan program khusus untuk memberi ruang apresiasi bagi seluruh insan penggiat seni budaya, agar dikemudian hari akan bermunculan  kembali generasi produktif yang melestarikan seni budaya di ranah minang sumatera barat nan madani. 


Mahyeldi yang juga merupakan Gubernur Sumbar dalam kesempatan tersebut menitipkan pesan khusus untuk seluruh masyarakat Sumbar dalam beberapa syair  pantun:


Ramo – ramo sikumbang jati 

Katik endah pulang bakudo

Kito perkuat tali silaturrahmi

PKS Sumbar hadir untuk kito basamo


Nak dua pantun sairiang


Makan durian pake katan

Katan dimasak di dalam panci 

Seni budaya kito majukan 

PKS sumbar siap melayani


(*)


PKS Foto Sumbar

[PKS Foto Sumbar][recentbylabel3]

Dakwah

[Dakwah][recentbylabel3]
Pemberitahuan
Jangan lupa untuk like dan subscribe PKS Sumbar.
Done