PKS Sumbar: Pilkada
Tampilkan postingan dengan label Pilkada. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pilkada. Tampilkan semua postingan

17 April 2025

PKS Solid Dukung Mara Ondak-Desrizal Pada Pemungutan Suara Ulang Pilkada Pasaman

PKS Solid Dukung Mara Ondak-Desrizal Pada Pemungutan Suara Ulang Pilkada Pasaman


SUMBAR.PKS.ID, ‎Padang
 – Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Pasaman yang akan digelar pada Sabtu, 19 April 2025, menjadi satu-satunya PSU yang terjadi di wilayah Sumatera Barat.  Keputusan untuk menggelar pemungutan suara ulang ini menandai momentum penting bagi masyarakat Pasaman dalam menentukan arah kepemimpinan ke depan.

Tiga pasangan calon  bersaing dalam kontestasi ini, yakni pasangan nomor urut 1 Welly Suhery – Parulian Dalimunte, pasangan nomor urut 2 Mara Ondak – Desrizal, serta pasangan nomor urut 3 Sabar AS – Sukardi. Ketiganya siap memperebutkan kepercayaan masyarakat Pasaman demi membawa perubahan dan kemajuan bagi daerah tersebut.

Di tengah persiapan menuju PSU, sikap politik mulai ditunjukkan oleh partai-partai pendukung. Salah satu yang menegaskan arah dukungannya adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatra Barat. Ketua DPW PKS Sumbar Mahyeldi mengatakan, "Mara Ondak - Desrizal pasangan yang paling tepat untuk masyarakat Pasaman, didukung oleh mayoritas partai pemenang di Pasaman, termasuk PKS mendukung Pasangan MO-DE." 

Ketua Bidang Humas DPW PKS Sumbar, Mulyadi Muslim menegaskan posisi PKS di PSU Pilkada Pasaman, “Dalam arahan Ketua DPW PKS Sumbar, Mahyeldi, kami menyatakan sikap mendukung pasangan nomor urut 2. Kami percaya bahwa Mara Ondak dan Desrizal memiliki integritas, pengalaman, serta komitmen kuat untuk membawa Pasaman ke arah yang lebih baik, sejalan dengan visi perjuangan PKS dalam membangun masyarakat yang adil dan sejahtera,” ujar Mulyadi.

PKS juga menyerukan agar masyarakat Pasaman menggunakan hak pilihnya dengan bijak dan menjaga ketertiban selama proses PSU berlangsung. Harapannya, PSU ini dapat berjalan dengan aman, damai, dan demokratis, serta menghasilkan pemimpin yang benar-benar membawa harapan baru bagi Pasaman.

23 Juli 2024

BW-MI Terima SK Calon Bupati dan Wakil Bupati Agam dari DPP PKS

BW-MI Terima SK Calon Bupati dan Wakil Bupati Agam dari DPP PKS

 


SUMBAR.PKS.ID, JAKARTA
- Pasangan Benny Warlis – M. Iqbal (BW-MI) secara resmi menerima Surat Keputusan (SK) dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk maju sebagai calon bupati dan wakil bupati Agam periode 2024-2029. Penyerahan SK dilakukan di kantor DPP PKS di Jakarta, dengan kehadiran langsung Ketua DPP PKS Achmad Syaikhu.

Dalam sebuah video yang viral di media sosial, Achmad Syaikhu, Presiden PKS, menginstruksikan BW-MI untuk melakukan sosialisasi kampanye secara luas.

“Hari ini kita serahkan SK, kita harap Bapak berdua (Benny Warlis - M. Iqbal) dapat mensosialisasikan secara masif,” ujar Achmad Syaikhu.

Beliau juga menekankan kepada seluruh jajaran PKS di Sumatra Barat, dari tingkat DPP hingga DPC, untuk mendukung penuh dan memenangkan pasangan ini.

Sementara itu, Sekretaris DPD PKS Agam, Syafruddin, menjelaskan bahwa M. Iqbal, politisi berpengalaman dari PPP yang merupakan tokoh nasional asal Maninjau, telah banyak berkontribusi dalam pembangunan di Agam.

“Insya Allah, SK dari PPP akan segera turun,” tambahnya.

Untuk memperkuat dukungan bagi pasangan ini, PKS Agam akan intensif menjalin kerjasama dengan partai lainnya.

“Meskipun PKS memiliki cukup 9 kursi untuk mencalonkan, kami akan terus mengajak partai lain untuk bergabung mendukung calon kami,” ujar Syafruddin.

Dalam menyongsong Pilkada yang akan datang, Syafruddin mengajukan permohonan dukungan penuh dari masyarakat Agam.

“Kami akan menggelar deklarasi besar dan pada kesempatan itu DPP akan secara resmi menyerahkan SK seperti yang telah disepakati,” ucapnya.(rds)

09 Februari 2017

Kampanye Terbuka
F-Win Siap Bangkitkan Payakumbuh Lebih Maju dan Sejahtera

Kampanye Terbuka F-Win Siap Bangkitkan Payakumbuh Lebih Maju dan Sejahtera

PAYAKUMBUH- Pasangan calon walikota-calon wakil walikota Payakumbuh, Riza Falepi-Erwin Yunaz menggelar kampanye terbuka di Lapangan Pacu Kuda, Kubu Gadang, Payakumbuh, Kamis, (9/2). Ribuan massa pendukung F-Win tampak memadati arena kampanye yang digelar enam hari menjelang masa pencoblosan tersebut.

Selain paslon nomor urut dua, hadir dalam kampanye  terbuka tersebut, antara lain , Presiden PKS Sohibul Iman, anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Refrizal dan Hermanto, anggota DPRD Sumatera Barat Irsyad Syafar, politisi Partai Gerindra Endang Irzal, pimpinan partai politik dari PKS, PBB, PPP, dan PKB, tokoh masyarakat, niniak mamak, bundo kanduang, relawan, simpatisan,  kader-kader parpol pengusung dan pendukung.

Dalam orasi politik di hadapan massa pendukungnya, Riza Falepi menegaskan, masyarakat Payakumbuh telah lama merindukan kemajuan dan kesejahteraan.Karena itu, dirinya bersama Erwin Yunaz siap menuntaskan kerinduan itu dengan merealisasikan kemajuan dan kesejahteraan Kota Payakumbuh.

“Saya bersama Erwin Yunaz dan seluruh masyarakat kota ini akan berjuang bersama-sama untuk kebangkitan Payakumbuh yang lebih maju, sejahtera,dan makmur.  Semua itu kita yang harus memperjuangkannya, bukan orang lain,” tegas Riza, yang disambut pekikan “lanjutkan”, hidup F-Win”.

Sementara itu, Erwin Yunaz menambahkan, Payakumbuh harus diperjuangkan agar bisa maju dan sejahtera. Sehingga, bisa berdiri sejajar dengan daerah-daerah lain di Sumatera Barat, bahkan daerah lainnya di Indonesia.

“Kita akan menjadikan Payakumbuh maju dan sejahtera, sehingga diperhitungkan daerah lainnya. Tidak saja di Sumbar, tetapi juga di Indonesia,” tandasnya.

Sebelumnya, Presiden PKS Sohibul Iman mengatakan, di antara kota dan kabupaten di Sumatera Barat, Payakumbuh adalah daerah yang paling relijius. Cerminan nilai-nilai relijius itu tidak hanya soal ibadah, tetapi juga soal ekonomi dan sosial.

“ Payakumbuh butuh pemimpin yang tidak saja tinggi nilai relijiusnya, tetapi juga mampu mewujudkan kesejahteraan masyarakatnya. Dan, keduanya itu ada pada diri Riza Falepi,” ujarnya.

Model pemimpin seperti itu, lanjut Sohibul, tidak hanya menjadi contoh bagi Sumbar, tetapi juga contoh secara nasional.

“Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat Payakumbuh untuk memilih F-Win, agar Payakumbuh lebih maju dan sejahtera. Apalagi, Riza Falepi didampingi tokoh muda yang dinamis dan enerjik,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPW PKS Sumatera Barat, yang juga anggota DPRD Sumbar, Irsyad Syafar menyebutkan, selama empat tahun menjalankan amanah, Riza Falepi mampu memimpin dan membangun Payakumbuh dengan sangat baik.

“ Salah satu contohnya, pada 2012, jalan-jalan di Payakumbuh yang berstatus baik hanya 20%. Empat tahun kemudan, jalan-jalan berstatus baik menjadi 80%,” ujar Irsyad yang diiringi pekikan “lanjutkan” dari massa pendukung F-Win. 

Selain orasi politik, massa pendukung F-Win juga dihibur dengan penampilan luar biasa dari grup nasyid Shoutul Harokah.  Sepanjang kampanye, yel-yel “lanjutkan”, “coblos nomor dua” terus membahana mengiringi musik dan orasi politik. *(Rapi/Humas PKS Sumbar)

21 Mei 2016

Riza Falepi Pastikan Maju Pilkada 2017

Riza Falepi Pastikan Maju Pilkada 2017



Payakumbuh, Singgalang
Banyaknya desakan dari masyarakat membuat Walikota Payakumbuh H. Riza Falepi, akhirnya buka kartu. Kepada 50-an wartawan anggota Balai Wartawan Luak Limopuluah, walikota incumbent itu bersuara soal Pilkada 2017 mendatang. Simpang siur isu tentang maju atau tidaknya Riza Falepi pada Pilkada nanti, akhirnya terjawab sudah.  

“Mohon izin, akhirnya saya memutuskan untuk maju ke Pilkada 2017 nanti. Itu saya ambil setelah surat dukungan dari PKS saya terima beberapa hari lalu,” ujar Riza Falepi, dalam acara temu pers di Rumah Makan Pongek Situjuah, Ngalau Sampik Balai Panjang, Payakumbuh Selatan, Jumat (20/5).  

Pertemuan dengan awak media yang dikemas Bagian Humas Setdako Payakumbuh itu, merupakan kegiatan rutin triwulan dalam rangka memelihara dan meningkatkan hubungan silaturahim dengan para wartawan cetak, online dan TV. Juga hadir dalam acara tersebut Ketua PWI Perwakilan Payakumbuh/Limapuluh Kota yang juga Ketua Balai Wartawan Yusrizal, serta Kasatpol PP, Fauzi Firdaus.

Dalam pertemuan itu, cukup banyak yang disampaikan wali kota terkait kegiatan pembangunan yang dilakukan pemko sepanjang 2016 ini. Seperti rencana pembangunan Masjid Raya dan pasar tradisional di kawasan Padang Kaduduk Kelurahan Tigo Koto Diate, Kecamatan Payakumbuh Utara serta normalisasi dan pembangunan jalan pada sisi kiri kanan Sungai Batang Agam, dari Balai Panjang menuju Payobasuang. Namun, karena Pilkada 2017 sudah semakin dekat, maka teka-teki soal petahana mau maju pada Pilkada 2017, menjadi topik yang cukup hangat.

“Saya akui, selama ini saya masih fokus dengan pekerjaan, menjalankan amanah rakyat. Sehingga tak begitu antusias, untuk mencalonkan kembali pada Pilkada nanti. Tapi, karena sudah diminta partai, begitu juga dukungan dari tokoh dan para perantau serta masyarakat Payakumbuh sendiri, maka kepercayaan ini harus saya ambil,” tegas walikota.

Namun begitu, menurut walikota, ia tak perlu lagi melakukan sosialisasi diri. Tugasnya hanya satu, bagaimana memacu pembangunan yang sudah dirancang dalam RPJMD 2012-2017. Obsesi walikota, bagaimana menjadikan tepian Sungai Batang Agam menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kemudian hari. Targetnya, beberapa tahun ke depan kawasan Sungai Batang Agam, bakal menjadi destinasi unggulan dunia pariwisata Payakumbuh ke depan.

Selain itu, pemko juga akan memacu pembangunan Masjid Raya, karena sudah banyak didesak masyarakat Payakumbuh. Selain pasar tradisonal, dan jalan-jalan provinsi yang sudah dialihkan menjadi tanggung jawab Pemko Payakumbuh. Dalam bidang pendidikan, tinggal selangkah lagi bagaimana memacu mutu pendidikan kota ini setara tingkat nasional.

(207/208)
 
Singgalang, 20 Mei 2016

25 Januari 2016

Irwan: Kami Siap Ladeni Gugatan MK-FB di Lembaga Hukum Apa Saja

Irwan: Kami Siap Ladeni Gugatan MK-FB di Lembaga Hukum Apa Saja

PADANG – Pasangan calon (paslon) Gubernur Sumbar terpilih, Irwan Prayitno-Nasrul Abit (IP-NA) siap meladeni paslon Muslim Kasim-Fauzi Bahar (MK-FB) di lembaga hukum mana pun.

Seolah-olah tidak ada satu pun yang jadi penyakit bagi IP-NA, meski sebelumnya sudah gugatan dilayangkan terkait mereka.

“Katanya mau kasasi ke Mahkamah Agung, kita akan ikuti. Mau gugat ke PTUN kita akan ikuti. Katanya juga ada laporan ke Mabes kita akan ikuti jika ada pemanggilan-pemanggilan,” kata Irwan Prayitno, yang didampingi Nasrul Abit usai rapat penetapan paslon terpilih oleh KPU Sumbar di Hotel Bumi Minang, Sabtu (23/1).

Menurut Irwan, sebelumnya sudah banyak penyelesaian dugaan-dugaan pelanggaran di intansi terkait, seperti di Bawaslu, DKPP, PTTUN Medan, Mahkamah Konstitusi. Kesimpulannya tidak satu pun terbukti tuduhan-tuduhan yang ditujukan pada mereka.

Politisi PKS ini pun tidak mempermasalahkannya karena konstitusi memang memberi ruang bagi para paslon yang tidak puas dengan hasil pemilihan, atau pun dengan setiap tahapan yang diselenggarakan KPU.

“Namun putusan Mahkamah Konstitusi sifatnya adalah final dan mengikat, makanya KPU berani menetapkan calon terpilih hari ini, dan nanti langsung mengirimkan hasil penetapan itu ke Presiden melalui Mendagri untuk proses pelantikan,” katanya.

Dia juga mengaku lega setelah ditetapkan sebagai paslon gubernur Sumbar terpilih. “Ya, Alhamdulillah. Kita setiap situasi selalu mengucapkan Alhamdulillah. Setelah ditetapkan sebagai calon terpilih, kita juga ucapkan Alhamdulillah,” ujarnya.(defil)

hariansinggalang.co.id, 23 Januari 2016

16 Juli 2015

Pilgub Sumbar Tiga Pasang

Pilgub Sumbar Tiga Pasang

PADANG, HALUAN — Peta pertarungan calon gubernur Sumatera Barat semakin me­ngerucut. Irwan Prayitno dan Nasrul Abit (IP-NA) telah men­deklarasikan diri sebagai pasa­ngan calon gubernur dan wakil gubernur yang diusung partai Gerindra dan PKS. Keluarnya surat yang ditandatangani Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto  juga mempertegas pertalian dua belah pihak sudah mendekati final jelang pendaftaran di KPU pada 26 Juli mendatang. Gerindra yang memiliki 8 kursi di DPRD Sum­bar dan PKS yang memiliki 7 kursi, menjadikan duet ini klop dengan 15 kursi.
Apa yang sudah dideklara­sikan ini, mengundang perhatian banyak pihak tentang nasib pasa­ngan Mulyadi-Fauzi Bahar dan Muslim Kasim- Shadiq Pasadigoe  (MK-SP) yang sudah digadang-gadang sejak lama.

Lahirnya putusan Mahkamah Konstutusi (MK) yang meminta anggota dewan mundur dan lahir­nya deklarasi IP-NA, semakin memperkuat keputusan MK-SP untuk maju. Bahkan, DPD Gol­kar Padang yang sebelumnya bersuara lantang mendukung Hendra Irwan Rahim, kini malah bersuara lantang menyuarakan Shadiq Pasadigoe. Artinya be­berapa dukungan sudah mengarah ke pasangan ini.
Plt Wakil Ketua DPD Golkar Sumbar Zulkenedi Said menga­takan, belum ada putusan resmi, tetapi petunjuk dari pusat mem­perlihatkan adanya restu untuk pasangan ini. “Kami sudah me­ngajukan tiga nama, yaitu Muslim Kasim, Sha­diq Pasadigoe, Syamsu Rahim. Tampaknya ya  pusat merestui hubungan ini (MK-SP, red) dan kami siap berkoalisi dengan PPP,” ucap Zulkenedi ketika dihubungi, Selasa (14/7).

Meskipun di tubuh Golkar kubu Agung sudah ada sinyal, Golkar kubu ARB menyatakan siap memberi kejutan di detik-detik pendaftaran, siapa calon yang akan diusung. Baik Golkar kubu Agung dan Golkar kubu ARB memiliki kesempatan yang sama untuk mengajukan calon masing-masing. Jika ternyata calon yang diajukan kedua kubu orang yang sama, ini tidak masa­lah. Tapi jika dua kubu memun­culkan calon yang berbeda, maka pusat akan menjadi penentu.

“Kami saat ini hanya wait and see dulu. Habis lebaran, baru kami bergerak,” kata Ketua Pen­jaringan Calon Kepala Daerah Golkar Yulman Hadi.

Di tubuh PPP sendiri, Ketua Penjaringan Calon Kepala Daerah PPP kubu Martias Tanjung juga mulai mengambil ancang-ancang agar pasangan MK-SP maju. PPP malah berencana menjalin trio bukan duet untuk pasangan gu­bernur Sumbar. Yaitu, Muslim Kasim, Shadiq Pasadigoe dan Syamsu Rahim.
Hingga kini, PPP memang belum mententukan siapa saja pasangan yang akan diusungnya. PPP sebagai partai peraih 8 kursi di DPRD Sumbar, menginginkan pada kesempatan kali ini menjadi pengusung bukan pendukung dan memilih calon yang akan menang.

Asrinaldi sendiri mengaku, pihaknya diundang dalam sebuah pertemuan para partai politik di Singapura beberapa waktu lalu. Namun, dengan alasan lain, pi­hak­nya memilih tidak menghadiri pertemuan.

“Kami sudah menjalin diskusi hingga tengah malam, tapi kepu­tusan juga belum didapat. Kami harap calon maupun masyarakat bersabar. Kami ingin calon yang menang,” ucapnya. Asrinaldi sendiri melihat, tren di masya­rakat untuk pemilihan gubernur masih belum berubah. Tetap melihat para calon sebagai orang yang sudah berusaha dari bawah.

“Batanggo naiak, bajanjang turun. Masyarakat masih me­makai prinsip ini,” ucap Asri­naldi.
Artinya, masyarakat tidak akan menjatuhkan pilihan begitu saja jika tidak melihat perjuangan yang dilakukan para calon. Para calon yang sering bertemu mas­yarakat, memulai usahanya dari bawah lebih dihargai, Karena sudah memiliki ikatan emosional yang cukup tinggi. Seperti hubu­ngan bupati dengan niniak mamak maupun wakil bupati dengan tokoh masyarakat.

Kemudian, dengan kondisi ini, duet antara Mulyadi dan Fauzi Bahar akan semakin menguat. Ketua DPD Demokrat Sumbar Josrizal Zain tidak membantah jika duet ini kemungkinan besar terjadi. Koalisi besar pun siap tercipta. Yaitu Demokrat (8), PAN (8), Nasdem (6), Hanura (5), PDIP (4), PBB (1) dan PKB (1) hingga menghasilkan 33 kursi.

“Kami harapkan dalam dua hari ini selesai. Sebagai anggota dewan, Mulyadi perlu membi­carakan ini dengan keluarga be­sar­nya tentang rencana mundur. Hanya tinggal menunggu itu saja,” ucap Josrizal.
Di lain pihak, meskipun su­dah disebut-sebut akan mengusung pasangan Fauzi Bahar dan Mul­yadi, Ketua DPD PDIP Sumbar Alex Indra Lukman menyatakan belum memberikan dukungan terhadap pasangan Mulyadi-FB.

“Kami hingga saat ini masih mengharapkan pertarungan head to head terjadi di Sumbar dan sedang mengusahakan itu,” ucap Alex mewakili  Koalisi Sumbar Bangkit.

Hal yang sama juga dikemu­kakan DPW Nasdem Sumbar. Ketua Tim Pilkada DPW Nas­dem Sumbar, Marsa Nova An­desra mengatakan bahwa, apapun isu atau wacana yang berkembang di luar Nasdem tidak terlalu mempersalahkan, karena seja­tinya DPW Nasdem Sumbar te­tap menunggu putusan dari DPP terkait siapa nama calon gubernur dan wakil yang akan diusung.
“Kita masih menunggu kepu­tusan dari DPP,” katanya.

Ia berasumsi bahwa DPP sudah mengantongi nama-nama orang yang akan diusung untuk pilkada Sumbar, namun ke DPW DPP belum mau sampaikan. Yang jelas pasangan calon dari Nasdem itu akan dideklarasikan dalam waktu dekat.

“Waktunya belum kita pasti­kan, yang jelas sebelum 26 Juli atau sebelum pendaftaran ke KPU,” ujar Andes yang juga merupakan Wakil Ketua DPW Nasdem Sumbar.

Sementara itu, Sekretaris DPW Nasdem Sumbar, Marhadi Effendi mengatakan keputusan MK tentang pencalonan beberapa waktu lalu membuat peta politik di Sumbar kacau. Calon yang awalnya sudah memiliki pasangan bubar lagi karena pasangan mere­ka yang dari DPR dan DPRD memilih mundur dari calon.

Terkait dengan pertemuan Singapura, Sekretaris penyaringan Calon Kepala Daerah (Cakada) DPW Nasdem Sumbar Budi Pra­koso menyebutkan tak satupun wakil Nasdem yang ikut serta pada iven itu. “Itu urusan yang ber­temu, bukan juga membicarakan koalisi. Nasdem sejauh ini belum menentukan koalisi dengan siapa. Nasdem belum kemana-mana,” lanjut Joe lagi.

Sekarang, Nasdem sedang melakukan finalisasi pasangan calon dan koalisi di tingkatan DPP. Dipastikan Joe, Nasdem tak akan picik dalam menentukan koalisi dalam Pilgub mendatang. Nasdem tidak akan melihat larat partai, apakah dari kubu KMP atau KIH.  “Tidak ada kubu-kubuan. NasDem siap berkoalisi dengan siapa saja. Arahnya, Nasdem ingin play to win. Koalisi dengan siapa saja bisa,” kata Joe.

IP Tetap Ungggul

Pengamat Politik dari Uni­versitas Andalas Asrinaldi me­nilai, dengan kemungkinan tiga pasangan calon gubernur yang akan muncul, pasangan IP-NA tetap berada di posisi teratas. Besarnya kekuatan IP-Na ini bisa dilihat dari posisi IP sebagai petahana, memiliki mesin politik yang baik dan memiliki relawan yang militan dan tidak dimiliki partai lain.

“Tidak hanya itu, NA sebagai penguasa Pesisir Selatan selama dua periode tidak bisa diabaikan. Jika tidak 100 persen, 80 persen suara bisa diraih di Pessel untuk Nasrul Abit,” katanya.

Kemudian, IP sebagai peme­gang kekuasaan selama lima tahun di Sumbar, telah memulai usahanya-usahanya sejak jauh hari. Jika saat ini calon lain masih sibuk dengan rapat-rapat, maka IP lebih banyak bergerak di tengah masyarakat.

“Jika calon lain ingin menya­ingi atau membuat seimbang, maka dalam waktu enam bulan ini harus bergerak habis-habisan. Menciptakan relawan yang mili­tan dan menciptakan mesin po­litik yang bergerak aktif,” ucapnya.

Terhadap Mulyadi sendiri, Asrinaldi melihat apa yang dila­kukan oleh Mulyadi dengan menebar spanduk, sosialisasi di tengah masyarakat sudah mem­buahkan hasil yang positif mes­kipun belum maksimal.

Kemudian jika melihat kekuatan Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) untuk Muslim Kasim, Asrinaldi sedikit melihat keraguan di tubuh ang­ggota paguyuban ini. Ia sendiri mengakui bahwa PKDP pa­guyu­ban yang solid, namun ada  faktor lain yang membuat tidak semua anggota PKDP memberikan du­kungan.

Jika membandingkan elekta­bilitas masing-masing calon saat ini, Asrinaldi melihat IP masih memiliki elektabilitas yan cukup tinggi dibanding yang lain.

Di sisi lain, Koordinator LSI Sumbar Edi Indrizal justru me­nge­mukan sebaliknya. Pilgub ini begitu berat bagi IP. Ia sendiri menilai, dari peta Pilgub di Sumbar, jumlah petahana yang bertahan dengan yang berguguran sangat sedikit.

“Beratnya Pilgub ini bagi IP, juga dilihat dari posisi lawan yang bisa mengimbangi IP sebagai petahana. Baik itu dari sisi po­pularitas, kesukaan, maupun basis massa,” ucap Edi.

Edi melihat, Mulyadi dan Shadiq Pasadigoe merupakan lawan yang perlu diwaspadai IP, dibanding yang lain. Hal ini jika melihat basis massa yang dimiliki kedua lawannya ini. Mulyadi yang menguasai, Agam, Bukitinggi, Limapuluh Kota dan Paya­kum­buh dan Shadiq dengan Tanah Datar yang memiliki suara ter­banyak setiap pemilu. Sementara IP lebih aktif bergerak di dapil Sumbar I yaitu Padang.

Hingga saat ini Edi melihat kemungkinan dua pasangan calon gubernur Sumbar masih terbuka lebar. Namun, jika munculnya tiga pasang calon tak terbendung, maka posisi Mulyadi dengan pasa­ngan­nya cukup kuat disusul dengan Shadiq bersama MK. (h/eni/mg-rin)

harianhaluan.com 15 Juli 2015

10 Juni 2015

Irwan Prayitno Daftar ke Partai Gerindra

Irwan Prayitno Daftar ke Partai Gerindra

PADANG (RIAUPOS.CO) - Untuk kali pertama, bakal calon gubernur mendaftar ke Partai Gerindra Sumbar. Gubernur Sumbar incumbent Irwan Prayitno menjadi orang pertama yang mendaftar untuk posisi calon gubernur tersebut.

Sebelumnya, partai ini sudah menerima dua dokumen pendaftaran untuk posisi wakil gubernur, yakni Bupati Solok Syamsu Rahim dan Bupati Pesisir Selatan Nasrul Abit.
Dengan mendaftarnya Irwan Prayitno sebagai calon Gubernur Sumbar untuk periode 2016-2021 melalui Partai Gerindra menjadi jawaban atas ke mana dia akan mencari tandem (koalisi) partainya PKS.

Soalnya, dengan perolehan 7 kursi PKS di DPRD Sumbar belum menjamin partai ini bisa mengusung calon sendiri, bila tidak berkoalisi dengan partai lain guna mencukupi syarat pasangan calon kepala daerah untuk Sumbar minimal 13 kursi.

Tidak itu saja. Langkah Irwan Prayitno mendaftar ke partai besutan Prabowo Subianto itu pun seolah menjawab isu yang menyebutkan dirinya akan diusung koalisi Gerindra dan PKS.

Irwan Prayitno juga membantah adanya anggapan sebagian orang yang menyebutkan hanya ingin menjadi gubernur satu periode saja setelah dilantik 15 Agustus 2010 lalu. “Nah, kata-kata ini saya sering mendengar dari berbagai orang, namun saya tanya dulu dari mana informasi itu datangnya,” tanya Irwan.

“Yang saya tahu, ini dikembangkan ketika saya memberikan arahan kepada SKPD saya, dan pada waktu itu saya menekankan pada setiap SKPD agar sebaik-baiknya amanah dijalankan, karena kalau amanah tidak dijalankan akan masuk Neraka,” imbuh Irwan Prayitno .

Dia juga menyebutkan arahan yang dia berikan pada SKPD ketika itu merupakan urusan internal Pemprov Sumbar. “Saya mencontohkan, saya sebagai gubernur, ketika shalat malam dan tahajud, kalau mengingat amanah itu cukup berat, saya menangis dan takut kalau ini bisa masuk neraka. Terus terang saya ingin masuk
surga,” tukas kader PKS ini.

Dia juga mengatakan bukan enggan jadi gubernur. Menurutnya amanah itu harus dijalankan. “Nah itu ditafsirkan oleh orang yang mendengar, termasuk mungkin juga wartawan dibilanginnya enggan. Maka saya ingin tanya kata-kata enggan tuh mana atau rekaman kaset saya menangis?" jelas Irwan Prayitno.

Sementara itu, saat mendaftar ke Gerindra, Irwan Prayitno didampingi para tim suksesnya termasuk pengurus DPW PKS Sumbar. Dia menyampaikan rencana dia mendaftar ke partai ini setelah bermusyawarah dengan DPW PKS.

Irwan menerangkan alasan mendaftar ke Gerindra karena partai ini punya track record yang baik bersama PKS. “Itu terlihat dari hasil kerja sama tim saat pilpres lalu,” jelas Irwan.

Selain itu, lanjut Irwan, PKS hanya punya 7 kursi di DPRD Sumbar, jadi tidak bisa usung calon sendiri, makanya dia berharap dengan mendaftar ke Gerindra koalisi partai ini bisa mengusung satu pasang calon dalam pilgub nanti.

Sebagai kader PKS, dirinya dan partai sama-sama sepakat tidak ingin mendaftar ke partai lain jika di partai itu sudah ada calon gubernurnya. Ini tidak etis bagi saya,” kata mantan anggota DPR RI ini.

Dia juga menyebutkan pola atau prosedur yang digunakan Gerindra dalam menerima calon bisa dikatakan sama dengan PKS. Dirinya siap mengikuti proses pencalonan yang dilakukan Gerindra. “Karena ini (proses pendaftaran) merupakan prosedur atau mekanisme yang diamanatkan UU dalam pencalonan kepala daerah,” paparnya.

Irwan juga sekilas menyampaikan konsep kepemimpinan kepala daerah harus punya keharmonisan dengan DPRD dalam menjalankan pemerintahan. Soal siapa calon wakil yang akan mendampinginya dari dua tokoh yang sudah mendaftar ke Gerindra, Irwan Prayitno menyerahkan itu kepada Gerindra.

"Jadi untuk bisa menetapkan siapa calon wakilnya, saya serahkan pada Gerindra. Apakah itu Syamsu Rahim atau Nasrul Abit, terserah Gerindra lah. Dan saya siap menerimannya," tukas Irwan Prayitno.

Sedangkan Ketua Pansel Pilkada Gerindra Sumbar, Zulkifli Jailani menyambut baik pendaftaran Irwan Prayitno sebagai bakal calon gubernur, karena dari dua bakal calon sebelumnya yang mendaftar hanya mengincar posisi calon wakil gubernur.
“Hari ini kami kedatangan kader terbaik PKS. Dia adalah bakal calon pertama yang mendaftar untuk calon gubernur di partai ini," ungkapnya.

Terkait calon yang nantinya akan diusulkan Gerindra baik untuk bupati, wali bupati, wali kota/wakil wali kota maupun gubernur/wakil gubernur, Zulkifli Jailani menegaskan, adalah mereka yang mendaftar ke Gerindra.

"Arti kata, bakal calon yang tidak mendaftar, kendati dirinya sudah didukung atau ditetapkan sebagai calon oleh partainya, tetap saja tidak bisa ditetapkan calon dari Gerindra," tegas Zulkifli.

Dia mencontohkan untuk calon gubernur dan wakil gubernur, dimana bakal calon dari Partai Demokrat, atau Golkar atau pun juga dari PKS, yang sebelumnya sudah ditetapkan oleh masing-masing partainya sebagai calon namun tidak ada komunikasi dengan Gerindra apalagi tidak mendaftar maka peluangnya tidak ada. "Ini lah salah satu mekanisme lainnya dari Partai Gerindra yang harus dilalui oleh siapa saja yang akan mencalon melalui partai ini," tukas Zulkifli lagi.(zil)

riaupos.co 9 Juni 2015

08 Mei 2015

IP Didukung Penuh Partai Gerindra

IP Didukung Penuh Partai Gerindra

PADANG, HALUAN — Langkah politik incumbent Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno (IP) untuk maju lagi sebagai Gubernur Sumbar, nampaknya semakin mulus. Walau Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang ditumpanginya tidak bisa mengusung sendiri pasangan Cagub-Cawagub, namun IP sudah mendapat dukungan penuh dari Partai Gerindra.

Wakil Ketua Umum DPP Par­tai Gerindra Fadli Zon terang-terangan mengakui, jika pasangan Irwan Prayitno dengan Bupati Pesisir Selatan Nasrul Abit (NA) akan diusung partainya. “Sudah mengarah ke arah itu (Irwan Prayitno-Nasrul Abit). Nanti akan ada ad­mi­nistrasinya,” kata Fadli Zon beberapa waktu lalu.

Fadli Zon menyebutkan bahwa Partai Gerindra akan terus memperkuat komunikasi dengan parpol anggota Koalisi Merah Putih (KMP). “Kita upayakan, KMP tetap solid hingga ke bawah. Minimal, untuk sebagian pilkada. Yang diperjuangkan bukan ke­kuasan, tapi bagaimana kekuasan itu memperbaiki yang ada,” ujarnya.

Soal bantuan DPP Partai Gerindra untuk biaya kampanye para calon kepala daerah, Fadli Zon mengatakan sedang dalam pembicaraan DPP. Tapi dia menepis ketika ditanya apakah para calon yang maju dari Gerindra harus bayar mahar politik. “Tidak ada mahar di Gerindra,” sebutnya.

Sebelumnya, IP sempat membantah rumor ‘perkawinan’ dirinya dengan Bupati Pessel, Nasrul Abit (NA), sebagai paket pasangan cagub/ cawagub yang akan dipersandingkan menuju pertarungan Pilgub Sumbar, Desember 2015.

“Belum ada kepastian dan kesepakatan soal itu (perkawinan dengan NA), dijodoh-jodohkan mungkin iya. Lagian, ini belum saatnya bicara soal pendamping. Karena posisi saya saja belum jelas, apakah kembali akan diberikan mandat oleh partai atau tidak. Kita lihat saja perkembangannya. Pada intinya, saya siap dipasangkan dengan siapa saja jika memang partai memberi amanah. Yang terpenting, harus sama-sama satu visi dan pandangan untuk Sumbar yang lebih baik dan sejahtera,” kata IP menjawab Haluan, Selasa (28/4) lalu.

Meski DPP PKS sudah memberikan sinyal untuk mengusung kembali dirinya pada Pilgub Sumbar nanti, namun IP sepertinya tak mau sesumbar. Diakui, saat ini dirinya masih menunggu mandat dan pengakuan de jure DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS). “Saya belum bisa beri kepastian, tak mau sesumbar. Kita tunggu saja. Lagian, saya juga masih fokus bekerja di waktu yang tersisa ini,” ujar IP.
IP juga tak menampik jika namanya kerap disebut-sebut Presiden PKS, Anis Matta, sebagai calon kuat yang akan diusung PKS. Untuk hal tersebut, IP menyatakan akan sepenuhnya menyerahkan persoalan itu kepada partai. “Ya, memang benar. Tapi itu kan sifatnya lisan. De jure-nya kan belum. Politik itu kan dinamis. Kita lihat saja hasilnya nanti,” pungkas IP. (h/yan/net)

harianhaluan.com 8 Mei 2015

05 Mei 2015

Pilkada Tanah Datar, PKS Usung Sulthani

Pilkada Tanah Datar, PKS Usung Sulthani

BATUSANGKAR -Pemilihan kepala daerah (pilkada) Tanah Datar pada pekan pertama Desember 2015 ini, diprediksi bakal berlangsung seru. Nama-nama beken dan legislator Sumbar banyak yang bakal turun gelanggang merebut posisi BA 1 E dan BA 5 E, sebutan untuk jabatan bupati dan wakil bupati Tanah Datar.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang selama ini terkesan diam, kini memperkenalkan kepada publik nama yang akan mereka usung. Bakal calon itu berasal dari internal partai. Namanya sudah amat dikenal di blantika politik Ranah Minang. Itulah dia H. Sulthani.

“Setelah kita lakukan penjaringan internal dan pemilihan raya (pemira), untuk bakal calon kepala daerah di Tanah Datar periode 2015-2020, pilihan jatuh kepada Sulthani. Beliau kini tercatat sebagai anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat,” ujar Ade Raunas, salah seorang pengurus PKS Tanah Datar, Selasa (5/5), di Batusangkar. (musriadi)

hariansinggalang.co.id 5 mei 2015

04 Mei 2015

Pilgub, Gerindra Mantap Dukung Irwan Prayitno

Pilgub, Gerindra Mantap Dukung Irwan Prayitno

SARILAMAK – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon tadi malam mengatakan, partainya bakal mengusung Irwan Prayitno pada pemilihan gubernur nanti. Kandidat wagubnya disebut-sebut Bupati Pessel Nasrul Abit (NA). “Mengarah ke sana. Tinggal administrasinya,” ucap dia.

Partai Gerindra menurut Fadli, akan terus memperkuat komunikasi dengan parpol-parpol anggota Koalisi Merah Putih (KMP). “Kita upayakan, KMP tetap solid hingga ke bawah. Minimal, untuk sebahagian pilkada. Walau bukan seluruhnya. Yang diperjuangkan bukan kekuasan, tapi bagaimana kekuasan itu memperbaiki yang ada,” ujar Fadli.

Disinggung soal biaya politik yang harus disiapkan kandidat kepala daerah dari Gerindra, Fadli mengaku, di partainya tidak ada “mahar politik”. (bayu)

hariansinggalang.co.id 4 Mei 2015

29 April 2015

IP Bantah ‘Perkawinan’ dengan NA

IP Bantah ‘Perkawinan’ dengan NA

PADANG, HALUAN — Petahana Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno (IP) yang disebut-sebut sebagai kandidat kuat yang kembali akan menduduki posisi Sumbar 1 periode 2015-2020 mendatang, membantah rumor ‘perkawinan’ dirinya dengan Bupati Pessel, Nasrul Abit (NA) sebagai paket pasangan cagub/ cawagub yang akan dipersandingkan menuju pertarungan Pilgub Sumbar, Desember 2015.

“Belum, belum ada ke­pastian dan kesepakatan soal itu (perkawinan dengan NA), dijodoh-jodohkan mungkin iya. Lagian, ini belum saatnya bicara soal pendamping. Ka­rena posisi saya saja belum jelas, apakah kembali akan diberikan mandat oleh partai atau tidak. Kita lihat saja perkembangannya.

Pada inti­nya, saya siap dipasangkan dengan siapa saja jika memang partai memberi amanah. Yang terpenting, harus sama-sama satu visi dan pandangan untuk Sumbar yang lebih baik dan sejahtera,” kata IP menjawab Haluan, Selasa (28/4).

Meski DPP PKS sudah memberikan sinyal untuk me­ngu­sung kembali dirinya pada Pilgub Sumbar nanti, namun IP sepertinya tak mau se­sum­bar. Diakui, saat ini dirinya masih menunggu mandat dan pengakuan de jure DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS). “Saya belum bisa beri ke­pastian, tak mau sesumbar. Kita tunggu saja,” ujar IP.

IP juga tak menampik jika namanya kerap disebut-sebut Presiden PKS, Anis Matta, sebagai calon kuat yang akan diusung PKS. Untuk hal ter­sebut, IP menyatakan akan sepenuhnya menyerahkan per­soalan itu kepada partai. “Ya, memang benar. Tapi itu kan sifatnya lisan. De jure-nya kan belum. Politik itu kan dinamis. Kita lihat saja hasilnya nanti,” pungkas IP.

Tak Mesti dengan KMP
Ketua DPW PKS Sumbar, Trinda Farhan terpisah menga­takan, sejauh ini PKS masih terus melakukan penjajakan koalisi dengan partai-partai politik lainnya. Bahkan sebut Trinda, pihaknya juga tidak akan menutup diri untuk ber­koalisi dengan partai-par­tai yang tergabung dalam Koalisi In­do­nesia Hebat (KIH).

Menurut Trin­da, dinamika po­litik di daerah ber­beda dengan pusat. Saat ini ko­mu­ni­kasi politik sedang ber­lang­sung de­ngan partai-partai lain­nya. “Tidak mesti (berkoalisi de­ng­an partai yang tergabung dalam KMP). Dengan siapa saja, kita jalan,” ujar Trinda.

Diakui Trinda, PKS Sum­bar memang tidak membuka pendaftaran untuk menjaring balon kepala daerah. PKS sebutnya, hanya melakukan komunikasi informal dengan sejumlah bakal calon dan partai lainnya. Sementara di­sing­gung terkait digadang-gadangnya nama IP sebagai calon kuat yang kembali akan diusung PKS, Trinda juga tidak membantah hal tersebut.

“Di berbagai kesempatan pertemuan dengan DPP, Pre­siden PKS memang telah mem­­berikan sinyal ke arah itu (dukungan untuk IP). Artinya, secara de facto, IP hampir dipastikan akan men­dapat amanah untuk kembali di­usung PKS sebagai calon Gubernur Su­m­bar. Tinggal me­nunggu pengakuan de jure sesuai for­malitas,” pungkas Trinda.

Dari catatan Haluan, IP memang menjadi satu-satunya kandidat bakal calon gubernur yang paling santai dalam meng­hadapi konstelasi Pilgub Sum­bar 2015. Di saat sejumlah kan­didat disibukkan dengan akti­fitas pendaftaran diri ke se­jum­lah partai politik, IP jus­tru terkesan tak mau ambil pu­sing. Apakah IP memang ti­dak ber­niat untuk maju kem­bali. “Saya ini kan kader PKS. Secara pribadi, saya tidak bisa me­mu­tus­kan apa­kah saya akan ma­ju atau ti­dak. Karena yang na­ntinya akan menentukan itu, tetap­lah partai,” tandas IP. (h/yan)

harianhaluan.com 29 April 2015

11 April 2015

IP-NA Direstui Fadli Zon

IP-NA Direstui Fadli Zon

Pertarungan menuju Pilgub Sumbar kian menarik. Sinyal kedekatan Irwan Prayitno (IP) dan Nasrul Abit (NA) menuju BA 1 makin benderang menyusul dukungan Fadli Zon. Namun, Fauzi Bahar (FB) bersikukuh sudah berkomunikasi dengan Hashim Djojohadikusumo

JAKARTA, HALUAN — Satu persatu koalisi partai pengu­sung Calon Gubernur/Wakil Gubernur Sumbar 2015-2020 menunjukkan titik terang. Koa­lisi pertama yang diyakini akan terbentuk adalah koalisi PKS-Gerindra menyusul pernyataan Wakil Ketua Umum DPP Ge­rin­dra Fadli Zon.

Kepada Haluan, Fadli Zon menyebutkan DPP Gerindra telah menjalin komitmen de­ngan DPP PKS untuk me­ngusung Irwan Prayitno se­bagai calon gubernur dan Nas­rul Abit kader gerindra sebagai calon wakil gubernur.

“Kita sudah positif ko­mu­ni­kasinya dengan Pak Irwan. Pak Nasrul Abit yang akan men­dam­pinginya,” kata Fadli di rua­ngannya, Gedung DPR RI, Kamis(9/3).

Terkait nama Fauzi Bahar yang dikabarkan juga menjalin komu­nikasi politik dengan DPP Gerindra, Fadli menyangkal karena selama ini DPP Gerindra sangat intens berko­munikasi dengan Irwan Prayitno dan Nasrul Abit yang akan men­dam­pinginya di Pilgub Sumbar.

“Pak Fauzi dari PAN, tidak ada komunikasi, sama wakil ketua DPP lain, saya tidak tahu”terang Wakil Ketua DPR RI.

Hal senada juga dikatakan oleh Asril Hamzah Tanjung, Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra menyatakan, sikap Gerindra belum berubah untuk berkoalisi dengan PKS pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumbar.

“Pak Prabowo sudah ketemu langsung sama Pak Irwan beberapa waktu lalu, Gerindra akan berkoalisi dengan PKS”sebut wakil ketua komisi I  di Gedung DPR.

Dalam sebuah kesempatan, em­pat sosok ini, yakni Fadli Zon, Irwan Prayitno dan Nasrul Abit serta Prabowo Subianto pernah masuk dalam liputan Parlemen TV berada di padepokan silat. Empat tokoh bangsa ini, duduk bersila menyak­sikan beberapa tuo silek Minang unjuk kebolehan di depan Ketua Umum PB IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Prabowo Subianto.

Hanya saja, Ketua Dirasat wa Tahtit (Kajian dan Perencanaan) DPP PKS, Sidi Hermanto Tanjung belum berani blak-blakan seperti Gerindra soal pendamping Irwan pada Pilgub mendatang.

“Pak Nasrul Abit memang ma­suk salah satu tokoh yang disebut-sebut punya kans untuk men­dam­pingi Pak Irwan (Prayitno). Namun, karena dinamika masih tinggi, kami belum bisa memastikan. Belum landai,”kata politisi PKS yang duduk di Komisi IV DPR RI itu ber­diplomasi.

Hanya saja, Hermanto memas­tikan PKS dan Gerindra memang intens membangun komunikasi karena memang sudah ada koalisi yang terbentuk sejak Pilpres lalu.

“Kami (tokoh Gerindra-PKS) selalu bertemu kok. Tapi dinamika koalisi tingkat nasional tak serta merta sama dengan daerah,”kata Hermanto lagi.

Beberapa waktu lalu, ketua DPW Gerindra Sumbar Suir Syam menya­takan, Nasrul Abit dan Ade Rizki Pratama berpeluang mendampingi Irwan Prayitno.

Dia menyatakan, tinggal me­nung­gu bulan Juni, untuk menetap kan pasangan Irwan Prayitno untuk mendaftarkan pasangan calon guber­nur  dan wakil gubernur Sumbar.

”Paling lambat sekitar Juni, DPP Gerindra sudah akan mene­tapkan sosok pendamping Irwan Prayitno. Selain Nasrul Abit (NA), kader muda gerin­dra Ade Rizki Pratama (ARP), juga memiliki peluang yang sama,”sebut Suir.

Sementara itu, Fauzi Bahar saat dihubungi Haluan menyatakan juga telah komunikasi dengan wakil ketua DPP Gerindra yaitu Hashim Djojohadikusumo. Kemungkinan besar PAN akan berkoalisi dengan Gerindra

“Saya sudah  komunikasi intens dengan pak Hashim. Gerindra kan partai komando. Jadi kemungkinan PAN juga berpotensi berkoalisi dengan Gerindra”terang Fauzi saat dihubungi lewat telepon geng­gam­nya. (h/lex)

harianhaluan.com 10 April 2015

30 Maret 2015

Hadapi Pilkada Sumbar, KMP dan KIH Jajaki Koalisi

Hadapi Pilkada Sumbar, KMP dan KIH Jajaki Koalisi

TEMPO.CO, Padang - Dua kubu partai politik yang terbentuk saat pemilihan presiden 2015, Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH), tak berpengaruh terhadap pemilihan kepala daerah yang akan berlangsung di Sumatera Barat.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Sumatera Barat Trinda Farhan mengatakan saat ini partainya sedang menjajaki koalisi dengan sejumlah partai. Tidak tertutup kemungkinan partai yang berlambang padi dan bulan sabit kembar itu berkoalisi dengan partai yang tergabung dalam KIH. "Mungkin saja. Dengan siapa saja kita jalan," ujarnya, Senin, 30 Maret 2015.

Menurut dia, dinamika politik di daerah berbeda dengan pusat. Saat ini komunikasi politik sedang berlangsung, tak mesti berkoalisi dengan partai yang tergabung dalam KMP. 

PKS Sumatera Barat tidak membuka pendaftaran untuk pemilihan gubernur. Mereka hanya melakukan komunikasi informal dengan bakal calon dan partai lainnya. Trinda mengatakan dulu partainya pernah membuka pendaftaran, tapi tak berjalan efektif karena tak baik untuk calon dan partai. "Saat ini kita sedang berkomunikasi dengan seluruh partai," ujarnya.

Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Sumatera Barat Alex Indra Lukman mengaku sedang melakukan penjajakan dengan semua partai untuk menghadapi pemilihan gubernur nanti. "Tak ada KIH dan KMP dalam pilgub," ujarnya.

Menjelang pendaftaran calon, kata Alex, PDIP sudah memastikan untuk berkoalisi dengan Partai Hanura, PKB, dan PBB. Namun, untuk mengusung calon, koalisi tersebut masih kekurangan dua kursi lagi. "Masih kurang dua kursi. Kita masih menjajaki partai lain untuk bergabung," ujarnya.

Wakil Sekretaris DPD Gerindra Sumbar, Hidayat, mengatakan tidak tertutup kemungkinan partainya berkoalisi dengan partai yang tergabung dalam KIH untuk pemilihan gubernur tahun ini. "Bisa saja, karena kita ingin bersama-sama membangun daerah," ujar anggota DPRD Sumatera Barat ini. Namun, kata Hidayat, partainya akan memprioritaskan untuk berkomunikasi dengan partai sekoalisi Merah Putih. "Itu grand design-nya, tapi tak harus," ujarnya.

ANDRI EL FARUQI
tempo.co 30 Maret 2015

28 Maret 2015

SUIR SYAM BUKA COKI SINYAL KOALISI GERINDRA-PKS

SUIR SYAM BUKA COKI SINYAL KOALISI GERINDRA-PKS

JAKARTA, HALUAN — Menyongsong alek pe­milihan Gubernur Sumbar, Desember 2015 men­da­tang, sejumlah kandidat bakal calon gubernur/ wakil gubernur Sumbar periode 2015-2020, mulai saling mengakrabkan diri. Tak hanya itu, bebe­rapa tokoh partai politik di Bumi Ranah Minang ini, juga mulai saling lirik untuk melaku­kan pendekatan resmi, jelang mengawinkan calon dan partai mereka dalam sebuah ikatan koalisi.

Salah satunya sang peta­hana Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno (IP). Politisi PKS ini tampak akrab dengan Anggota Komisi IX DPR RI yang juga Ketua DPW Partai Gerindra Sumbar, Suir Syam, dalam sebuah acara di kantor Penghubung, Matraman Ja­karta, Jumat (27/3).

Suir Syam, hadir ditengah-tengah para perantau Minang di Jakarta, dalam acara sira­man ro­hani Gubernur Sum­bar bersama utusan kantor peng­hubung 33 provinsi. Pada kesempatan itu, Irwan menjadi pembicara menyampaikan pentingnya berbuat baik, sa­bar dan ber­pikir positif.

Canda tawa penuh ke­ak­rabanpun saling terlihat antara Irwan dan Syuir Syam, teru­tama ketika Irwan memanggil Suir Syam dengan sebutan “Pak Dokter”. Bahkan dalam ceramahnya itu, Irwan tanpa sungkan juga sempat berkali-kali meminta pendapat kepada Suir Syam, yang tampak duduk di barisan paling depan.

Kepada Haluan, Suir Syam dengan santai membuka coki terkait rencananya untuk me­nga­winkan Gerindra dengan PKS pada Pilgub Sumbar 2015. Rencana itu sebut Suir Syam, tinggal menunggu kepu­tusan DPP Gerindra. “Paling lambat sekitar Juni, DPP Gerindra sudah akan mene­tapkan sosok pendamping Irwan Prayitno. Selain Nasrul Abit (NA), kader muda gerin­dra Ade Rizki Pratama (ARP), juga memiliki peluang yang sama,” sebut Suir Syam.

Terkait nama Suir Syam yang sebelumnya juga diga­dang-gadang untuk diusung menjadi Cagub Sumbar, dia pun ber­alasan untuk lebih fokus di Komisi IX, amanah yang baru satu se­mester di­ em­ban. “Sa­ya tak mung­kin jadi cagub atau ca­wagub. Ka­rena ma­syarakat su­dah me­nga­manahkan saya untuk di DPR. Tapi diluar kemungkinan juga, jika Pak Prabowo berpan­dangan lain,” terangnya.

Terkait nama Sukri Bey yang disebut-sebut menjadi pendamping Irwan, Suir pun pesimis. Iapun lebih bergairah menilai kelebihan sosok Nas­rul Abit yang memimpin Pes­sel dua periode. Yang kini sudah menjadi kader Ge­rindra.
Suir menambahkan, seba­gai pemenang pemilu nomor dua di Sumbar dengan raihan delapan kursi di DPRD Sum­bar, Gerindra tak ingin ber­sikap gegabah untuk pengem­bangan dan pengkaderan Ge­rin­dra. “Kita memang partai pemenang kedua di Sumbar. Namun kita tentunya juga memikirkan masa depan par­tai,” terangnya.

Ditempat yang sama Irwan Prayitno masih enggan ber­sikap terbuka terkait kede­katannya dengan Suir Syam. Dia menyatakan belum ada sikap bersama secara resmi terkait kedekatan PKS dan Gerindra. Sejauh ini terang Irwan, semuanya masih dalam tahapan komunikasi dan lobby. “Belum final. Tapi komunikasi sudah,” ujar Irwan. (h/lex)

harianhaluan.com 28 Maret 2015

25 Maret 2015

IP Tunggu Pengakuan De Jure DPP PKS

IP Tunggu Pengakuan De Jure DPP PKS

PADANG, HALUAN — Petahana Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno (IP), yang digadang-gadang akan kembali maju pada Pilgub Sumbar 2015, sepertinya tinggal menunggu pernyataan de jure DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Pasalnya, selain di tingkat DPW dan DPD se Sumbar, sinyal kuat yang mengarah kepada dukungan terhadap satu dari tiga nama calon gubernur yang telah diusulkan DPW sejak September 2014 lalu, secara de facto juga telah berhembus kuat dari tingkat pusat.

“Di berbagai kesempatan pertemuan dengan DPP, Pre­siden PKS memang telah mem­berikan sinyal ke arah itu (dukungan untuk IP). Artinya, secara de facto, IP hampir dipastikan akan mendapat amanah untuk kembali di­usung PKS sebagai calon Gu­bernur Sumbar. Ya, tinggal menunggu pengakuan de jure sesuai formalitas,” kata Ketua DPW PKS Sumbar, Trinda Farhan Satria, menjawab Ha­luan, Senin (23/3).

Dari sekian banyak per­timbangan sebut Trinda, se­jumlah alasan PKS untuk kem­bali menetapkan dan me­ngu­sung IP sebagai calon G­u­bernur Sumbar periode 2015-2020 mendatang, antara lain melihat kepada suksesi dan keberhasilan pembangunan Sumbar di bawah ke­pe­mim­pinan IP sejak lima ta­hun terakhir. Selain pembangunan fisik dan infrastruktur, Sumbar juga terus menggeliat pada aspek pembangunan sumber daya manusia.

“Cukup banyak prestasi dan keberhasilan IP selama memimpin Sumbar. Saya rasa, ini menjadi salah satu alasan kuat DPP PKS untuk kembali mengusung IP. Lebih dari itu, masyarakat Sumbar sepertinya juga masih menginginkan so­sok IP untuk kembali me­mimpin Ranah Minang,” tan­das Trinda.

Apa yang disampaikan Trin­da, sejalan dengan hasil survey Media Survei Nasional (Me­dian). Survey yang dila­kukan sejak awal ke­pe­mim­pinan IP hingga akhir 2014 lalu itu, menyebutkan jika kinerja IP bisa diterima oleh masyarakat. Bah­kan, tingkat kepercayaan dan kepuasan masyarakat ter­hadap ke­pe­mimpinan IP dari total 800 responden yang disurvei de­ngan metode multistage ran­dom sampling itu, men­capai angka 80 persen.

“Kepemimpinan IP lebih diterima oleh masyarakatnya daripada gubernur-gubernur lain yang ada di Sumatera. Setidaknya, hal itu dibuktikan dengan tidak adanya kasus-kasus yang melibatkan IP, yang sampai ke ranah hukum,” ujar Direktur Eksekutif Median Institute, Rico Marbun, seraya menyebut, jika margin of error berada di angka 3,4 sampai 3,5 persen.

Meski memang belum ada pernyataan resmi terkait sosok calon gubernur yang akan diusung PKS pada Pilgub Sum­­bar nanti, namun sang petahana (IP), sepertinya juga sudah mulai memberikan i­syarat atas inisiatif sendiri. Hal itu terlihat dari sejumlah me­dia baliho miliknya, yang sudah dipasang di sejumlah titik ruas jalan utama ka­bupaten/ kota se Sumbar sejak beberapa waktu lalu.

Melalui pesan-pesan te­r­sirat yang disampaikan melalui baliho itu, IP sepertinya kian mempertegas isyarat akan se­gera keluarnya pengakuan de jure oleh pihak DPP. Seperti pada baliho yang terpasang di pertigaan Pasar Ulak Karang, Padang. IP yang bergelar Da­tuak Rajo Bandaro Basa, tam­pil dengan pakaian kebesaran adat Minangkabau lengkap.

Selain memuat kata ‘lan­jutkan’, IP dalam balihonya juga menuliskan sepenggal kalimat berbunyi “IP, Untuk Sumbar Sejahtera”, yang seo­lah-olah mewakili jargon se­kaligus tagline yang akan diu­sung ‘si pemilik’ baliho me­nuju arena pertarungan Pilgub Sum­bar 2015 mendatang. “Sosok IP masih dibutuhkan ma­sya­rakat Sumbar. Sampai saat ini, saya rasa belum ada figur yang bisa menggantikan beliau,” ujar Marlim SE, salah seorang pengusaha di Kota Padang. (h/yan)

harianhaluan.com 24 Maret 2015

PKS Foto Sumbar

[PKS Foto Sumbar][recentbylabel3]

Dakwah

[Dakwah][recentbylabel3]
Pemberitahuan
Jangan lupa untuk like dan subscribe PKS Sumbar.
Done