17 Mei 2020
15 Mei 2020
Riza Falepi tak Jadi Maju di Pemilihan Gubernur Sumbar
14 Mei 2019
Buya Mahyeldi
13 Mei 2019
Sahur Bersama di Rumah Janda Lansia
PADANG - Di rumah kayu sederhana dengan ukuran 5x4 meter milik janda Kami Warni (63) di Sako Kelurahan Batu Gadang, Lubuk Kilangan, Wali Kota Padang Mahyeldi bersama Tim Singgah Sahur Kota Padang melakukan sahur bersama, Sabtu (11/5/2019).
Singgah sahur di rumah warga miskin yang tidak layak huni merupakan program Pemko Padang dan Baznas Kota Padang sejak beberapa tahun terakhir. Selain sahur bersama dan menyerahkan bantuan langsung, rumah yang dikunjungi juga akan "dibedah" hingga layak huni.
Kepada Wali Kota Mahyeldi dan Tim Singgah Sahur, Kami Warni (63) yang telah lanjut usai tersebut menceritakan aktivitas kesehariaannya. Mulai dari mengasuh dan membesarkan cucu kembarnya yang ditinggalkannya anaknya (meninggal dunia) beberapa saat setelah melahirkan, hingga bertenak sapi milik tetangga yang kandangnya persis berada di belakang rumah, atau tepatnya dinding rumah langsung menjadi dinding kandang sapi.
"Untuk mengasuh dan membesarkan 5 orang cucu yang ibunya telah meninggal, saya dibantu sama anak saya yang lain. Dan bayi kembar ini, juga dibesarkan bersama. Karena kesibukan mencari nafkah anak-anak saya, bayi ini lebih banyak sama saya", ungkap nenek Kami Warni.
Di kesempatan itu, Wali Kota Mahyeldi mengatakan, program singgah sahur dilakukan untuk memberikan perhatian kepada masyarakat yang kurang mampu agar bisa merasakan keindahan ramadan bersama-sama.
"Kita usahakan, sebelum Hari Raya, rumah nenek Kami Warni sudah selesai dibangun ulang hingga layak huni", ujar Mahyeldi.
Ditambahkannya, Pemko Padang melalui Dinas Kesehatan juga akan melakukan pendampingan kesehatan bagi cucu kembar nenek Kami Warni. Termasuk pengecekan sanitasi, air bersih, WC, dan keberadaan kandang sapi yang tepat berada di belakang rumah.
"Jadi, program singgah sahur bukan saja sekedar sahur bersama, menyerahkan bantuan dan melakukan bedah rumah. Tapi kita juga melihat dari aspek kesehatan, kondisi sosial dan ekonomi, jalur transportasi, listrik, dan kebutuhan dasar lainnya", terang Mahyeldi.
Untuk itu, Mahyeldi mengatakan, Tim Singgah Sahur diikuti SKPD Pemko Padang yang pada kesenpatan ini diikuti Kepala Bapedda Medi Iswandi, Kepala Dinas Kesehatan Feri Mulyani, Kepala Dinas Perhubungan Dian Fakri, Plt Kepala Dinas Sosial Afriadi, Kalaksa BPBD Edi Hasymi, Kepala DPMPTSP Rudy Rinaldy, Kepala Bagian Humas Imral Fauzi, Camat Lubuk Kilangan Yal Masril serta Dirut PDAM Kota Padang Hendra Febrizal dan Baznas Kota Padang. (*)
Pewarta: Ulil Amri Abdi/ Ady Syaflian
Sumber: FB Humas Kota Padang
09 Juni 2016
Singgah Sahur Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah
Program Singgah Sahur kembali dilakukan Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah. Kali ini, Wako Padang Mahyeldi mengunjungi rumah warga miskin di kaki Bukit Durian Batu, Pasalalang, Kelurahan Kuranji, Rabu (8/6) dini hari. Bagaimana ceritanya?
Saat warga Padang masih tertidur pulas, sebuah mobil Fortuner hitam bernomor polisi satu angka melesat kencang. Membelah dinginnya malam. Dengan kecepatan di atas rata-rata, kendaraan itu menuju arah timur Kota Padang.
Setibanya di kaki Bukit Durian Batu, Pasalalang, Kelurahan Kuranji, kendaraan itu berjalan pelan. Jalan yang tak pernah “dimakan” aspal terpaksa harus dilalui. Tanjakan tinggi dengan bebatuan berbalut lumpur mesti ditempuh.
Bukan perkara mudah bagi kendaraan ini untuk menempuh medan. Akibat licinnya tanah setelah diguyur hujan, si sopir harus menyeimbangkan laju kendaraannya.
Sekira pukul 04.00, kendaraan tersebut berhenti di depan rumah Jasril. Dari atas kendaraan, turun Wako Padang Mahyeldi. Berpeci dan berbaju putih, Wako masuk ke dalam rumah Jasril yang terbuat dari papan.
Jasril adalah petani. Sedangkan Nurjati hanya ibu rumah tangga, membesarkan ketujuh anaknya. Mereka termasuk keluarga yang kurang mampu. Wako Mahyeldi duduk di beranda rumah. Jasril beserta istri dan anak-anaknya menemani. Mereka saling bercengkerama.
Mahyeldi paling banyak bertanya. Jasril terlihat sedikit kagok menjawab. Wako pun menanyakan cita-cita Rindu dan Aidil, anak-anak Jasril. Keduanya punya cita-cita yang berbeda.
“Aidil mau jadi tentara,” kata Aidil di depan Wako Mahyeldi. “Rindu ingin jadi bidan,” sebut Rindu setelah itu.
Wali Kota kemudian makan sahur bersama keluarga Jasril. Nasi kotak telah disiapkan Tim Singgah Sahur Pemko Padang. Seluruhnya menikmati makan sahur sebelum masuknya waktu imsak.
“Ini merupakan program Singgah Sahur perdana di Ramadhan tahun ini. Inshaallah tahun ini kita akan mengunjungi sepuluh rumah. Ini merupakan tahun ketiga kita melaksanakannya,” ungkap Wali Kota.
Mahyeldi mengaku cukup senang bertemu dengan keluarga Jasril. Apalagi suasana rumah Jasril yang berada di atas ketinggian, membuat Mahyeldi terkesima. “Sejuk sekali disini dan menyenangkan,” sebut Mahyeldi.
Yang paling membuat Mahyeldi senang yakni hampir seluruh anak Jasril bersekolah. Tidak ada yang putus sekolah. Bahkan bercita-cita tinggi.
“Anak-anak semuanya sekolah, punya cita-cita seperti ingin jadi tentara, bidan, guru dan lainnya. Mudah-mudahan Pak Jasril berhasil mendidik anak-anaknya dan sukses,” tukas Mahyeldi.
Setelah dikunjungi, rumah Jasril akan dibedah oleh Baznas Kota Padang. “Kita akan bedah rumah ini dan sebelum lebaran selesai,” ungkap Mahyeldi.
Ketua Baznas Kota Padang, Epi Santoso menyebut rumah milik Jasril bukan dibedah secara keseluruhan. Akan tetapi direhab. “Kita akan buat kamar bagi anak-anak dan bagian lainnya,” terang Epi.
Jasril begitu senang mendengar rumahnya akan dibedah. Dia terharu. “Alhamdulillah, senang bisa dikunjungi Pak Wali Kota. Harapan saya, anak-anak bisa sukses. Biarlah saya begini, asalkan anak-anak sukses,” ungkapnya dengan terbata. (*)
Padang Ekspres, 9 Juni 2016
16 April 2016
Hafal Alquran, Bebas Pilih Sekolah di Padang
“Siswa yang mampu hafal 1 juz, 3 juz dan 5 juz Alquran dapat masuk ke sekolah sesuai jenjang kelanjutannya,” katanya di Padang, Sabtu.
Dia menyebutkan pihaknya telah memiliki kebijakan, siswa SD yang hafal 1 Juz Alquran akan dibebaskan untuk masuk SMP mana pun yang ada di Padang.
Sedangkan siswa SMP yang hafal 3 Juz dibebaskan memilih sekolah menengah diantara jumlah yang ada. Dan siswa SMA yang hafal 5 Juz diberi kesempatan masuk secara khusus ke universitas seperti yang dilakukan Universitas Andalas dan Universitas Negeri Padang, tambahnya.
“Siswa penghafal Alquran dijamin memiliki tingkat kepintaran dan kecerdasan di atas rata-rata, sehingga tidak akan ada kerugian bagi sekolah penerimanya,” ujarnya.
Untuk itu, dia mengapresiasi bagi sekolah atau perguruan tinggi di Padang yang telah menggalakkan program hafal Alquran bagi siswa atau mahasiswa.
Seperti yang dilakukan oleh SMA 2 Padang, kata dia perlu dicontoh oleh sekolah lainnya.
Sebab dengan begitu sekolah tersebut telah melakukan peningkatan kualitas sumber daya manusianya, sebutnya.(*/lek)
Sumber: hariansinggalang.co.id, 16 April 2016
Foto: FB FP Irwan Prayitno
25 Maret 2016
Walikota Padang Resmikan Petualang Fajar Garuda Keadilan
Jumat, 25 Maret 2016, Garuda Keadilan Sumatera sukses menggelar launching Petualang Fajar di asrama Haji kota Padang. Acara ini dihadiri sekitar 100 pemuda-pemudi dan masyarakat sekitar.
Petualang Fajar yang berslogan Sholat Shubuh Serasa Sholat Jumat ini diresmikan oleh Walikota Padang, H. Mahyeldi Ansharullah, SP.
Dalam ceramahnya, sosok yang sering disapa Buya ini mengatakan bahwa Walikota Padang menyediakan 2000 reward atau penghargaan bagi para pemuda dan pemudi di kota padang yang bisa secara rutin melaksanakan sholat shubuh berjama’ah di masjid.
“Untuk mengikuti program ini, muda-mudi sekalian bisa mendaftarkan diri ke pengurus masjid setempat sehingga bisa terus dipantau apakah layak mendapatkan reward sesuai yang dijanjikan.” Paparnya ketika mengisi ceramah shubuh.
Mahyeldi juga menjelaskan bahwa musuh-musuh islam sebenarnya takut jika pemuda-pemuda islam ramai dan gigih melaksanakan sholat shubuh berjama’ah di masjid. "Karena ramainya orang-orang yang mendirikan sholat shubuh mampu membuat musuh-musuh islam gentar dan ketakutan." Ungkapnya.
Walikota Padang tersebut juga berharap jika pemuda-pemuda islam yang ada saat ini mampu menjadi pemimpin masa depan yang lebih sehat, lebih cerdas, lebih berkualitas sehingga mampu melahirkan generasi-generasi dan anak bangsa yang berkualitas berikutnya.
Di akhir ceramahnya, Buya Mahyeldi mengatakan bahwa seorang pemimpin adalah yang bisa mengangkat selimutnya ketika shubuh dan mengalahkan hawa dingin waktu fajar. (Afifah)
09 Juli 2015
Pagi Salat Istisqa, Malam Hujan Mulai Turun
Melihat kondisi demikian, Pemerintah Kota Padang menggelar salat Istisqa (salat minta hujan) di pelataran parkir Kantor Balaikota di Aia Pacah, Selasa (7/7). Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemko Padang terlihat khusyuk mengikuti pelaksanaan salat tersebut.
Sekitar pukul 08.00 Wib, seluruh ASN sudah berkumpul di halaman parkir Balaikota. Mereka mengisi tikar-tikar yang telah disiapkan panitia. Setelah saf mulai terisi penuh, pelaksanaan salat dimulai.
Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah kemudian menaiki mimbar. Wako menyebut digelarnya salat Istisqa karena selama ini Kota Padang terlihat mengalami kekeringan. "Lihat tanaman di sekitar kita mulai menguning, rumput banyak yang mati, sawah sudah kering dan di kawasan tertentu air sudah mulai berkurang. Karena itu sesuai ajaran Islam maka shalat Istisqa' kita gelar," katanya.
Wako berharap, seluruh ASN yang berkumpul dalam pelaksanaan shalat Istisqa' ini dalam keikhlasan sehingga nantinya Allah SWT akan mengabulkan harapan dan doa nantinya. Pelaksanaan shalat Istiqa' sengaja dilakukan di Kantor Balaikota di Aia Pacah. Sehingga kantor tidak saja dijadikan tempat untuk bekerja, tetapi juga untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. "Mudah-mudahan dengan keikhlasan dan harapan, doa kita saat shalat Istisqa' terkabul," sebutnya.
Shalat Istisqa' memang jarang dilakukan di Kota Padang. Khatib shalat Istisqa' H. Sobhan Lubis sempat memaparkan prosesi shalat Istsiqa' di depan seluruh jamaah. Shalat Istisqa' hampir sama dengan shalat Ied, dua rakaat dengan tujuh kali takbir serta dengan niat meminta kepada Allah SWT agar diturunkan hujan.
H. Sobhan Lubis dalam khutbahnya mengatakan bala diturunkan Allah SWT kepada umatNya bukan tanpa sebab. Bala itu datang kepada umat manusia yang memandang rendah suatu bala. Kemudian bala datang ketika terjadi maksiat secara terang-terangan."Bala datang kepada umat yang zalim kepada orang lain, saling menggunjing serta senang mengambil yang haram," sebutnya.
Di sisi lain, khatib mengatakan bahwa di antara bala yang diturunkan itu yakni kekeringan. "Air sumber kehidupan. Air merupakan rahmat. Akan tetapi air yang turun juga terkadang tak bermanfaat seperti banjir," tambahnya.
Pelaksanaan salat Istisqa yang dilakukan Pemko Padang mendapat respon dari masyarakat sekitar. Masyarakat pada umumnya sangat mendukung pelaksanaan salat Istisqa. Hal itu diutarakan Yeli. Wanita yang berdomisili di Balai Baru, Kuranji itu sangat berharap setelah shalat Ististqa hujan segera turun sehingga kekeringan yang melanda selama ini dapat berlalu. "Tanaman banyak meranggas, cuaca juga sangat panas. Mudah-mudahan setelah ini hujan," sebutnya seakan mewakili suara masyarakat banyak.
Alhamdulilah, doa masyarakat dikabulkan oleh Allah SWT. Malam harinya, setelah salat tarawih hujan mulai turun di beberapa lokasi di Kota Padang seperti di Gunung Pangilun dan Tabing. Meski hanya berupa gerimis, namun cukup untuk membasasi tanah yang sudah kering. (h/rel/ows)
13 Juni 2015
LKS Mitra Kenanga Serahkan Santunan Buat Pelajar
Bantuan yang diserahkan, merupakan infak dan sedekah PNS dan sejumlah donatur lainnya, yang dihimpun Lembaga Kesejahteraan Sosial Mitra Kenanga Payakumbuh. Walikota Riza Falepi, sebagai inisiator pendiri LKS Mitra Kenanga itu, memotivasi pegawai dan guru di jajaran Pemko Payakumbuh, dengan niat tulus menyerahkan sedekah dan infaknya ke LKS Mitra Kenanga.
Saat penyerahan bantuan itu, hadir orang tua wali murid, Asisten II Amriul, M.Pd, Kadis Pendidikan diwakili Desmon Karina, S.IP, Ketua LKS Mitra Kenanga Drs. Erwin Satriadi, Kadis Sosial dan Tenaga Kerja Idris dan sejumlah pengurus LKS Mitra Kenanga lainnya.
Walikota Riza Falepi meminta orang tua penerima bantuan, untuk memperhatikan pendidikan putera-puterinya. Meski berada dalam keterbatasan penghasilan, namun pendidikan anak-anak jangan sampai terabaikan.
Pemerintah kota dengan mitra kerjanya akan berusaha memberikan beasiswa kepada pelajar yang berasal dari keluarga kurang mampu. Karena, program pendidikan merupakan skala prioritas pertama bagi pemko, katanya. “Makanya, Saya akan marah besar jika ada pelajar yang disuruh pulang oleh pihak sekolah, dengan alasan tak punya uang sekolah,” tegas walikota.
Keenam pelajar yang menerima bantuan itu, M. Arvie Hidayat dan M. Ardion Hidayat, keduanya pelajar SDN 39 Labuh Basilang, masing-masing menerima Rp350.000, Vinni Sufriayanti dan Adrian Ramadhan, tamatan SD yang akan melanjutkan pendidikannya ke SMP, menerima Rp400.000, Putri Rizki pelajar SMAN 2 kebagian Rp400.000, Monika yahratul Jannah, eks MTs Negeri yang akan melanjutkan pendidikan MAN kebagian Rp500.000 serta Hariska Efendi mahasiswa STT Payakumbuh memperoleh Rp750.000. Sedangkan, Yuliar satu-satunya jumpo warga dari Kecamatan Latina memperoleh Rp500.000.(mnc)
padang-today.com 12 Juni 2015
Walikota Riza Ajak Warga Kota Nonton Sejarah PDRI di Metro TV
Walikota Payakumbuh Riza Falepi, menginformasikan, di Balaikota di Bukik Sibaluik Payakumbuh, Jum’at (12/6), PDRI mata rantai yang tak bisa dilupakan dalam perjalanan sejarah nasional. Meski hanya berlangsung lebih kurang tujuh bulan, tapi cukup krusial dalam mempertahankan kemerdekaan RI. Saat pimpinan nasional, Presiden Soekarno dan Wapres M. Hatta ditawan Belanda, tapi Syafruddin Prawiranegara, yang menerima mandat memimpin NKRI, menyampaikan kepada dunia bahwa Indonesia masih ada.
Episode PDRI itu diangkat ke layar kaca oleh Pemko Payakumbuh bersama Metro TV dan Yayasan Peduli Perjuangan PDRI yang dipimpin N. Ben Yuza dan Buya Ferizal Ridwan. Sesuai jadwal, program Melawan Lupa itu akan tayang, Minggu (14/6), pukul 21.30 WIB. Dimaksudkan, agar seluruh anak bangsa, terutama para generasi muda, mengetahui betapa pentingnya peran PDRI waktu itu.
”Kita tak ingin generasi muda tak memahami dengan sejarah PDRI ini,” tegas Riza.
Selain Walikota Riza Falepi, sejumlah nara sumber, seperti ahli sejarah Indonesia, Prof. Mestika Zed, akan menyampaikan peristiwa PDRI dimaksud. Nara sumber lainnya N. Ben Yuza, serta pelaku sejarah yang masih hidup.
Menurut Riza, pihaknya bersama Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno dan Menkopolhukam Tedjo Edhie Purdijatno, tengah merancang pembuatan film layar lebar berlatar belakang sejarah PDRI 1948-1949. Rencana itu, sebutnya, masih dalam taraf koordinasi dengan sejumlah Menteri Kabinet Kerja, Ketua MPR RI dan lembaga tinggi negara terkait lainnya.(mnc)
padang-today.com 12 Juni 2015







